Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Wajib Berkemasan, Mulai 1 Januari 2022 Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar

Mulai  1 Januari 2022 minyak goreng untuk konsumsi masyarakat wajib menggunakan kemasan.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
TRIBUN JOGJA
ILUSTRASI - Minyak goreng curah. Pada 1 Januari 2022, minyak goreng untuk konsumsi wajib berkemasan. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mulai  1 Januari 2022 minyak goreng untuk konsumsi masyarakat wajib menggunakan kemasan.

Artinya sejak tanggal 1 Januari 2022 minyak goreng curah tidak boleh lagi beredar di pasaran.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 36 Tahun 2020 yang telah di Sosialisasikan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI bersama Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel.

Sosialisasi telah dilaksankan pada Rabu 25 Agustus 2021 yang diikuti oleh semua jajaran Dinas yang membidangi Perdagangan Kabupaten/Kota se Kalsel beserta beberapa UPT Pengelola Pasar di kabupaten/kota.

Baca juga: Gelar Operasi Pasar, Pemkab Kotabaru Libatkan Perusahaan Produsen Minyak Goreng Alif

Baca juga: Minyak Goreng Kalsel Laku Keras, Perusahaan Akan Produksi 2.000 Ton Per Bulan

Juru bicara Kemendag, Indra Wijayanto, ST, M.Si dari Direktorat Bahan Pokok dan Bahan Penting menjelaskan bahwa kebijakan minyak goreng wajib berkemasan berstandar SNI ini sebenarnya sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2014 melalui Permendag nomor 80 tahun 2014. 

Akan tetapi setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak produsen, BPOM dan pihak terkait lainnya terdapat beberapa kendala untuk pelaksanaannya dalam waktu singkat. 

Kemudian disepakati untuk dilakukan penundaan guna melakukan persiapan sarana-prasarana penunjang lainnya agar pelaksanaannya bisa lebih efektif dan dapat diterima oleh semua pihak, akhirnya terbitlah kebijakan baru, yaitu  Permendag nomor 36 Tahun 2020, yang kini sudah disosialisasikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Drs. H. Birhasani, Kamis (26/8/2021) menyambut baik kebijakan tersebut.

Disebutkannya, ada beberapa keunggulan minyak goreng berkemasan dibandingkan dengan yang curah, yaitu binyak goreng berkemasan tentu lebih higenis, karena menggunakan kemasan yang memenuhi standar kesehatan, tidak mudah tercemar oleh kotoran, konsumen pun terlindungi. 

"Karena pada kemasannya didapati keterangan tentang pembuatan dari bahan apa saja, kapan masa kadaluarsanya berakhir, yang terpenting lagi adalah dikemasannya tercantum nama perusahaan atau produsennya sebagai penanggung jawab produk tersebut," urainya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved