Berita HST

Berjualan di Pinggir Jalan Pasar Hanyar, Pedagang Buah Mengaku Sering Was Was

Pedagang buah marak menghiasi pinggir jalan menuju Pasar Hanyar atau ini disebut Pasar Keramat Barabai.

Tayang:
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasin Post/hanani
Pedagang buah meramaikan pinggir jalan Pasar Hanyar, atau Paar Keramat Barabai. Musim buah lokal biasanya membuat Kawasan tersebut menjadi pusat pedagang buah selain Pasar Agrobisnis Mdern eks Terminal Keramat Barabai. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pedagang buah marak menghiasi pinggir jalan menuju Pasar Hanyar atau ini disebut Pasar Keramat Barabai.

Pantauan banjarmasinpost, Sabtu (28/8/2021)pedagang yang kebanyakan berjualan di atas bak mobil pikap itu berjejer di sepanjang jalan tanpa portal tersebut.

Mereka tak hanya menjual buah yang dipasok dari pulau Jawa seperti anggur, apel, jeruk Sunkist, lemon dan lengkeng.

Tapi juga buah lokal seperti papaya, buah naga, manngga serta jenis buah lainnya. Pedagang mulai berdatangan pagi menjelang siang, adalah warga Barabai dan berbagai kecamatan di HST.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang di Pasar Hanyar Barabai Sebut Efek PPKM di Pulau Jawa

Baca juga: VIDEO Pantau Pasar Hanyar Barabai, Bupati HST Tegur Pedagang Tak Bermasker

Baca juga: Lingkungan Pasar Hanyar Barabai Makin Kumuh, Malam Hari Bertebaran Sampah Plastik

Baca juga: Lingkungan Pasar Hanyar Barabai Makin Kumuh, Malam Hari Bertebaran Sampah Plastik

Mereka mengaku tak berjualan di area pasar agrobisnis modern dengan alasan tak mendapat tempat.

“Daripada berjualan di luar bangunan pasar, atau di dalam portal membayar pungutan ke preman, lebih baik seperti ini. Kan pakai mobil pikap juga,”kata salah satu pedagang buah kepada banjarmasinpost.co.id.

Meski mengakui berjualan di pinggir jalan area pasar dilarang pemerintah dan sering ditertiban Satpol PP, pedagang tadi mengatakan tak ada pilihan lain.

“Hanya berjualan di sini kami bisa makan, karena pembelinya lumayan banyak,”ungkapya. Meski demikian diapun mengatakan was-was jka ada Razia satpol PP dan barag dagangan diambil atau disita karena melanggar. Makanya sekarang banyak berjualan di bak mobil pikap. Jika dirazia Satol PP tinggal tancap gas,”ungkapnya.

Pasar Keramat Barabai merupakan pusat transaski jual beli di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang buka 24 jam.

Pedagang terbagi tiga shift, yaitu pedagang yang brjualan subuh hingga pukul 09.00 wita, selanjutnya pedagang yang berjualan pagi sampai siang serta pedagang sore sampai subuh. Untuk pedagang sore sampai subuh, biasanya diramaikan pedagang pengumpul dan pambalantikan (istilah pembeli hasil pertanian dan perkebunan yang dibawa pedagang pengumul dari bebagai daerah ke Pasar Keramat Barabai.

Namun, ada pula petani yan memasarkan langsung hasil pertanian dan perkebunannya sehingga belanja ke petani langsung harga lebih murah. “Kalau belanja siang, biaanya sudah tangan kedua. Kalau malam sampai subuh, lebih murah dan barangnya juga segar-segar,”ungkap Hilda, warga Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved