Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dinsos Rencanakan Bentuk Karang Taruna Disabilitas, Begini Kata Founder Banjarbilitas

Dinas Sosial Kota Banjarmasin berencana membentuk karang taruna disabilitas, guna mendukung program Banjarmasin menuju kota inklusi.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Anggota Banjarbilitas saat berfoto bersama di depan Kampus UIN Antasari Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Sosial Kota Banjarmasin berencana membentuk karang taruna disabilitas, guna mendukung program Banjarmasin menuju kota inklusi.

Rencana tersebut pun mendapat tanggapan dari Banjarbilitas, satu komunitas yang peduli terhadap kaum penyandang disabilitas di Banjarmasin.

Founder Banjarbilitas, Barkatullah Amin mengatakan pihaknya tentu memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan karang taruna disabilitas tersebut.

"Agar isu tentang disabilitas serta inklusivitas turun ke masyarakat langsung, dan generasi muda terlibat pada kegiatan-kegiatan tersebut," katanya. Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Dukung Program Inklusi di Banjarmasin, Dinsos Rencanakan Bentuk Karang Taruna Disabilitas

Baca juga: Bisnis Koveksi, Penyandang Disabilitas Daksa Ini Punya Omset Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: PLN UPDK Barito Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Beri Bantuan untuk Disabilitas dan Dhuafa

Baca juga: Maju sebagai Kandidat Ketua HMI Banjarmasin, Mahasiswa Disabilitas ini Upayakan Program Inklusifitas

Kendati demikian, Amin yang juga seorang Dosen Muda di Universitas Islam Negeri (UIN) Banjarmasin itu memberikan sejumlah masukan.

Di antaranya agar tidak sampai menganggap penyandang disabilitas sebagai orang dengan masalah sosial,

Karena menurutnya paradigma karang taruna tidak jauh dari hal tersebut.

"Ingat penyandang disabilitas tidak memiliki masalah apa-apa dengan sosial, masyarakat kita lah yang bermasalah dengan penyandang disabilitas, cara kita yang tidak menerima keberadaan mereka dengan keragaman disabilitas yang mereka

Masukan yang ke dua adalah agar tidak sampai pembuatan karang taruna ini membuat Dinsos tidak lagi bertanggung jawab, terhadap isu-si disabilitas, karena menyerahkan semuanya pada karang taruna yang telah terbentuk.

Kemudian perlunya percepatan Perda disabilitas terbaru kota Banjarmasin, kemudian diikuti oleh Perwali yang di dalamnya memuat KDD/K komisi disabilitas daerah.

Selain itu juga memuat banyak profesional dan orang berpengalaman, di dalam isu ini untuk kemudian dapat bekerjasama dan memaksimalkan karang taruna yang sudah terbentuk dengan pengalaman serta keterampilan tim komisi disabilitas daerah.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved