Breaking News:

Berita Banjar

Warga Telaga Bauntung Tertutup Saat Terpapar, Camat Sebut Warga Masih Tabu Covid-19

Warga Telaga Bauntung hingga kini masih tertutup jika terpapar covid-19. Camat menyebut Ini dikarenakan, hingga kini warga setempat masih tabu covid

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
istimewa
Satgas Covid-19 Kecamatan Telaga Bauntung berkolaborasi dengan Satgas Desa melakukan testing dan tracking kepada warga sekaligus menyerahkan bantuan isoman, Minggu (29/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar, Kalsel setiap pekan masih intensif melakukan pemantauan aktivitas warga di Kecamatan setempat.

Itu karena wilayah Kecamatan Telaga Bauntung masuk kategori resiko tinggi atau zona merah penyebaran Covid-19.

Camat Telaga Bauntung, Yuana Karta Abidin mengatakan, saat ini di wilayahnya tersisa 3 warga yang melakukan isolasi mandiri. Satu diantaranya adalah tenaga kesehatan bidan desa.

Camat mengaku setiap pekan berkeliling di setiap lingkungan RT dan desa melakukan testing dan  tracking tentang penanganan Covid-19. 

Baca juga: Empat RT di Banjarmasin Berada di Zona Merah Covid-19

Baca juga: Update Covid 19 Kalsel : Seluruh Wilayah Kalsel Berstatus Zona Merah

Baca juga: Tiga Kelurahan Banjarmasin Barat Masuk Zona Merah, Danramil BBT Imbau Masyarakat Patuhi 5 M

"Yang tidak periksa tapi gejala mengarah ke Covid-19 banyak. Mereka isoman tapi tidak terdata, setelah sembuh baru cerita," katanya.  

Menurut Camat, di wilayahnya, permasalahan Covid-19 masih sesuatu yang tabu jika ada warga yang terpapar Covid-19. 

"Tempat kami masih tabu masalah covid, jadi masyarakat kurang terbuka, kami traking dengan  polsek dan koramil," katanya. 

Camat Telaga Bauntung mengaku mellaksanakan swab pcr sampai ke desa,  seperti di kantor desa maupun di Puskesdes. 

"Bagi yang positif diberi bantaun dari Bupati Banjar untuk isoman, harapannya yang lain bisa mau ikut Swab pcr," katanya. 

Mahfudz, pembakal Desa Murung Kenanga yang wilayahnya menjadi lokasi proyek nasional Air Santri mengaku kesulitan mencairkan belanja penanganan Covid-19 dari dana desa. 

"Padahal, ada saja warga yang bergejala seperti flu, tapi enggan memeriksakan diri," katanya 

Pambakal Mahfudz mengatakan syarat mencairkan dana desa untuk belanja penanganan Covid-19, harus disertai surat keterangan terpapar covid-19 dari instansi yang berwenang disertai bukti KTP warga yang terpapar covid-19.   

"Kami dapat saja mencairkan dana Covid 19 asalkan warga memiliki surat dari Puskesmas atau RSUD yang menyatakan terpapar dan positif Covid-19," katanya. 

Baca juga: Update Covid-19 HST: Zona Merah, RSUD H Damanhuri Barabai Siapkan Ruangan Tambahan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur yang juga Bupati Banjar meminta Ketua Satgas Covid-19 Desansan Kelurahan agar melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama ketika sosialisasi. 

"Tujuannya agar bersama memberikan sosialisasi tentang Covid-19 agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Bupati Banjar. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved