Karhutla Kalsel

Karhutla Kalsel, Tim Berhasil Atasi Kebakaran Lahan Dekat Kawasan Bandara di Banjarbaru

Karhutla Kalsel. Kebakaran lahan mendekati kawasan kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru berhasil dipadamkan tim BPBD.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BPBD KALSEL
Karhutla Kalsel. Helikopter yang digunakan untuk menjatuhkan bom air di lahan terbakar di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Karhutla Kalsel. Titik api di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan terdeteksi telah merambat ke kawasan sekitar titik rawan yang menjadi lokasi lima pos lapangan BPBD Kalsel.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kalsel, Abriansyah Alam, Senin (30/8/2021), titik api tedeteksi banyak bermunculan.

Paling banyak terjadi, sebutnya, di wilayah Labuan Amas Utara dan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) serta di Daha Barat dan Daha Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Termasuk pula yang terdeteksi di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya. "Sudah merambat ke Lianganggang, Bati-bati, Martapura Barat, sampai Landasan Ulin di Guntung Manggis. Walaupun masih kecil, tapi diantisipasi. Kami kerahkan Satgas Darat untuk yang terjangkau dan water boombing untuk yang tidak terjangkau," jelasnya.

Saat ini titik api di Bati-bati, ujar Abriansyah, juga sudah tertanggulangi. Setiap hari, ada dua shorty dan tiga waterboombing yang bersiaga. "Rata-rata mereka bekerja 4 hingga 5 jam dalam sehari," imbuhnya.

Baca juga: Heli Sudah Siram 3 Juta Liter Air Untuk Karhutla di Kalsel

Baca juga: Karhutla Kalsel: Kebakaran Lahan Non Produktif Kembali Terjadi di Tiga Lokasi Kabupaten Tapin

Terbaru, tambahnya, ada karhutla di satu titik wilayah Guntung Manggis Kota Banjarbaru yang asapnya sempat menutupi landasan pacu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Namun hal itu tidak memakan waktu lama.

"Pernah selama 1 hari di Guntung Manggis ujung asapnya sempat menutup landasan pacu bandara. Tapi tidak lama, cuma sebentar, karena sumber api bisa diatasi," imbuhnya.

Kawasan Lingkar Selatan, ujarnya, juga sempat ada titik api muncul. Tapi dengan 1 water boombing, juga bisa diatasi segera. Terlebih, dalam beberapa hari ini ini hujan.

Sementara itu, untuk ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, ujarnya, tidak rawan. Karena sekarang berair. Khususnya di daerah Guntung Damar dekat bandara yang  sudah berair semua.

Ditambah, kanal di kawasan ring 1, kata Abriansyah, berfungsi dengan baik sehingga dapat mengantisipasi terjadi karhutla.

Petugas sosialisasikan pencegahan bakar lahan untuk cegah karhutla di kawasan Sungai Batang dan Tangkas, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (24/8/2021).
Petugas sosialisasikan pencegahan bakar lahan untuk cegah karhutla di kawasan Sungai Batang dan Tangkas, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (24/8/2021). (PENERANGAN KODIM 1006 BANJAR)

"Kami sambil melihat bagaimana kondisi air di Guntung Damar. Posko di sana sekarang bertugas tidak hanya memadamkan, tapi mencegah terjadinya api. Kalau berairkan otomatis gambut tidak kering. Kalau yang menyalakan gambut kering," terangnya.

Diketahui, BPBD Kalsel sudah membangun 5 pos lapangan di daerah titik rawan karhutla, yakni posko induk di sekitar kawasan Setdaprov Kalsel, Guntung Damar, Bati-Bati, Mandastana, dan sekitar RSJ Sambang Lihum. 

Diprakirakan, lanjut dia, September nanti ada kemungkinan penurunan tingkat curah hujan, sehingga kewaspadaan akan lebih ditingkatkan.

"Namun di Oktober mudah-mudahan sudah mulai basah. Sekarang, 3 heli boombing standby 4 sampai 5 jam sehari," sebutnya.

Ia juga berharap nantinya ada upaya permanen pencegahan karhutla. Misalnya, pembuatan kanalisasi. Biaya yang diperlukan memang nanyak. Namun, demi menghindari bencana asap, perlu dilakukan.

Baca juga: Karhutla Kalsel, Lahan Seluas 3 Hektare Terbakar di Samuda Kabupaten HSS

Baca juga: VIDEO Karhutla Kalsel, Lahan 2,5 Hektare di Desa Hiyung Tapin Terbakar

Selain itu juga, mengubah pola bertani dari membakar ke pola cacah. Ini perlu disosialisasikan ke tiap kelompok tani.

"Manajemen kolaboratif semua unsur dimasukkan, BNPB lambangnya segitiga, itu pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, berkolaborasi menanggulangi bencana. Karena, bencana ini milik semua, semua sama-sama menangani," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved