Berita Banjarmain

Izinkan PTM di PPKM Level 3, Satgas Covid-19 Kalsel Sampaikan Ketentuan Ini

Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel merestui daerah berstatus PPKM level 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM)

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pelaksanaan PTM di HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel merestui daerah berstatus PPKM level 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kalsel, HM Muslim membenarkan, PTM diperkenankan dilaksanakan untuk daerah berstatus PPKM Level 3.

"Daerah dengan level 3 diperbolehkan PTM, yang tidak boleh level 4,"tegas Muslim, Selasa (31/8/2021).

Menurutnya, PTM di daerah dengan PPKM level 3 diperkenankan berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat. 

Baca juga: Covid-19 Melandai, PTM di Banjarmasin Kembali Dijadwalkan Pekan Kedua September 2021

Baca juga: Cegah Kerumunan Saat Penerapan PTM, SMPN 1 Kandangan Gunakan Dua Pintu Gerbang

Baca juga: Siswa SMPN 21 HST Gembira Sambut PTM, Kepsek Kenalkan Cara Belajar Baru di Masa Pandemi

Meski begitu, PTM harus dilakukan secara terbatas. Pada jenjang SMA misalnya, peserta didik yang ke sekolah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. 

Sedangkan untuk jenjang SD sampai Paud diperbolehkan 60 persen yang masuk.

"Karena memang jumlah peserta didiknya lebih sedikit," imbuhnya.

Selain itu, disampaikannya, sekolah yang melakukan PTM juga harus memenuhi sejumlah persayaratan.

Di antaranya, semua guru dan peserta didik sudah divaksin dan mempunyai fasilitas protokol kesehatan yang memadai. 

Saat ini tambah Muslim daerah yang masuk dalam PPKM level 4 ada di lima kabupaten/kota, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Kotabaru dan Tanah Bumbu," sebutnya.

Sedangkan yang ditetapkan Inmendagri yang masuk PPKM level 3 di Kalsel yakni Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Hulu Sungai Utara dan Balangan. 

Sementara Kadisdikbud Kalsel HM Yusuf Effendi mengatakan pemberlakuan PTM di tingkat SMA, SMK dan SLB tergantung keputusan dari gubernur dan ada rekomendasi dari Satgas Covid 19 yang dinilai oleh Dinkes Kalsel.

"Kita menunggu saja SK dari gubernur dan ada rekomendasi dari Satgas," ujarnya.

Selain itu tambah Yusuf, kini juga sudah keluar kebijakan terbaru yakni semua peserta didik sudah divaksin baru diperbolehkan menggelar PTM.

"Maka dari itu kami mengharapkan jika tidak bisa semua warga di sekolah divaksin, setidaknya sekolah pilotting diprioritaskan," tambahnya.

Sementara Ketua Komisi IV HM Lutfi Saifuddin meminta agar sekolah tak terburu-buru memberlakukan PTM jika semua anak didik belum divaksin.

Baca juga: 90 Persen Guru di Banjarmasin Sudah Vaksin, Disdik Tidak Wajibkan Siswa Vaksin untuk PTM

"Kalau bisa harus vaksin dulu semua, tidak usah terburu-buru, karena utamakan keselamatan dan kesehatan dahulu," ujarnya.

Ia juga tak menampik keterbatasan vaksin yang dialami Kalsel. Ia menyayangkan masih kurangnya vaksin bagi Kalsel dibandingkan daerah Jawa. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved