Breaking News:

Berita Tala

Jalan Menuju Pondok Pesantren Ternama di Pelaihari Tala Kalsel Compang-camping

Kerusakan infrastruktur terus menggerogoti sejumlah badan jalan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Termasuk di wilayah Kota P

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kerusakan fisik yang menyelubungi badan jalan menuju Pondok Pesantren Sirajul Huda di kawasan Jalan Raya Takisung di Matah, Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) kian parah dan meluas. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kerusakan infrastruktur terus menggerogoti sejumlah badan jalan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Termasuk di wilayah Kota Pelaihari.

Di antaranya ruas jalan menuju Pondok Pesantren Sirajul Huda di kawasan Jalan Raya Takisung di Matah, Kelurahan Karangtaruna Kecamatan Pelaihari. Jarak lembaga pendidikan keagamaan tersebut dari muara Jalan Raya Takusung sekitar satu kilometer.

Di jalur jalan tersebut memang masih berupa kawasan sepi. Namun tak cuma ponpes yang terakses oleh badan jalan itu, karena juga ada satu kompleks perumahan subsidi pemerintah.

Lalu lintas di jalan tersebut selalu berdetak, apalagi tiap Jumat yang merupakan jadwal kunjungan wali santri ke ponpes setempat. Keluhan pun mulai kerap terdengar.

Baca juga: Warga Berharap Jalan Rusak Parah di Pingaran Ulu Kabupaten Banjar Segera Diperbaiki

Baca juga: Banjir Kalsel, Debit Air Naik di Kusan Hulu Kabupaten Tanbu Akibatkan Jalan Rusak

Baca juga: Dinas PUPR Tapin Evaluasi Kerusakan Jalan Rusak Desa Lawahan Tapin Selatan

Baca juga: Dinas PUPR Balangan Berencana Lakukan Tambal Sulam Tangani Jalan Rusak di Bungin

"Tambah rusak jalannya, makin meluas dan dalam saja lubang-lubangnya pas Jumat kemarin saya lewat sana. Kalau setelah hujan jadi banyak kubangan," ucap Harnadi, warga Gagas, Pelaihari, Selasa (30/8/2021).

Dikatakannya, jika naik kendaraan bermotor masih agak luwes bergerak karena bisa zigzag menghindari lubang. Tapi bagi yang mengendarai mobil sulit menghindari lubang karena lubang menghiasi seluruh bentang penampang badan jalan.

"Mohon segera diperbaiki karena jika dibiarkan bakal tambah parah rusaknya, apalagi belakangan ini sering hujan," sebut Mahdin, warga Pelaihari.

Terlebih saat ini sedang berlangsung proyek pengerjaan saluran drainase di kanan kiri jalan tersebut. Armada pengangkut material kerap melintas.

"Mestinya badan jalannya dulu yang diperbaiki, tapi malah saluran drainase yang dibangun. Padahal kayaknya gak begitu ada masalah dengan pembuangan air di sana itu," sebutnya.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, panjang kerusakan jalan tersebut sekitar 100 meter. Kerusakan mulai terjadi sekitar jarak 30 meter dari muara Jalan Raya Takisung. Kondisi lubang-lubangnya lumayan dalam, mobil bodi rendah rentang sangkut jika salah pilih jalur di sela lubang-lubang tersebut. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved