Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pasokan Bahan Baku Masih Kurang, Disbunak Kasel Dorong Peremajaan Sawit Rakyat 2021

Pasokan bahan baku kepala sawit ternyata masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri sawit di Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Ilustrasi-Truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pasokan bahan baku kepala sawit ternyata masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri sawit di Kalsel. Karena itu, untuk saat ini guna memenuhinya Kalsel masih mendatangkan sawit dari luar. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunak) Kalsel drh Hj Suparmi Membenarkan hal itu. 

“Baru sekitar 70 persen dapat memenuhi sisanya didatangkan bahan baku kelapa sawit dari luar,” kata Suparmi, Selasa (31/8/2021). 

Oleh karena itu, Disbunnak Kalsel terus mendorong agar petani sawit meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kebun sawitnya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Membaik, Petani Nikmati Hasil

Baca juga: Ekspor Hasil Tambang dan Perkebunan Kelapa Sawit Kalteng Naik 15,76 Persen

Baca juga: Babak Baru, Polemik Sawit Plasma di Batola Naik ke Tahap Penyelidikan

Melalui Program PSR tahun 2021,  diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik sawit hingga 90 persen.

“Kita terus dorong pekebun sawit agar mengikuti PSR yang tahun 2021 Kalsel ditargetkan 3500 hektar namun ditantang hingga 5 ribu hektar lebih oleh BPDPKS,” beber Suparmi.

Untuk diketahui, tahun 2021 ada 5 daerah yang mengikuti program PSR yaitu Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjar serta Batola.

Sementara Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar berharap Dinas Perkebunan dan Peternakan menyiapkan langkah strategis guna meningkatkan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. 

“Sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam pembangunan karena selain penyumbang devisa terbesar kedua juga mampu menyerap banyak tenaga kerja, PDB, pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan,” kata Sekda Roy Rizali Anwar di FGD dalam rangka melaksanakan kegiatan pilot project implementasi sistem penilaian info kinerja kelembagaan rantai pasokan kelapa sawit, di aula Disbunnak Kalsel Banjarbaru 

Untuk itu, Pemprov melaksanakan beberapa langkah strategis yaitu peningkatan produksi tandon kelapa sawit melalui program PSR yang tahun 2021 ditargetkan seluas 10.700 hektar. “Kita juga telah menyusun rencana aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan 2021 – 2022,” harap Roy.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved