Breaking News:

Berita HST

Siswa SMPN 21 Gembira Sambut PTM, Kepsek Kenalkan Cara Belajar Baru di Masa Pandemi

Salah satu sekolah yang mendapat rekomendasi menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah

Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
SMPN 21 HST
Kegiatan belajar di SMPN 21 HST di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Salah satu sekolah yang mendapat rekomendasi menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah SMPN 21 HST di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan.

Meski izin PTM diberikan mulai hari ini, namun rata-rata sekolah mulai melaksanakannya Selasa 31 Agustus 2021 besok. Sebab, hari ini bertepatan dengan assisment nasional berbasis komputer (ANBK)

“Alhamdulilah PTM mulai besok Selasa. Anak-anak dan orangtua sudah kami beritahukan Mereka sangat gembira dan antusias menyambut kebijakan ini,”ungkap Kepsek SMPN 21 HST H Abdul Hakim kepada banjarmasinpost.coid, Senin (30/8/2021).

Menurut Kepsek, selama pandemic, para siswa selama ini belajar jarak jauh, dengan system datang ke sekolah untuk mengambil tugas, kemudian mengatarkannya kembali ke sekoah.

Baca juga: 49 Sekolah di HST Laksanakan PTM Hari Ini, Barabai Masih Zona Merah

Baca juga: Siswa SMPN 21 HST Gembira Sambut PTM, Kepsek Kenalkan Cara Belajar Baru di Masa Pandemi

Baca juga: PTM di SMPN 1 Martapura, Siswa Duduk Tak Berjarak Tunggu Jemputan

Baca juga: Cegah Kerumunan Saat Penerapan PTM, SMPN 1 Kandangan Gunakan Dua Pintu Gerbang

Hal itu dilakukakan, karena rata-rata siswa tak memiliki handphone android dan orang tua mereka yang kebanyakan petani dan penangkap ikan tak mampu beli hape android dan kouta internet.

Atas pertimbangan itu, sekolah daring un tak bisa dilakukan. ‘Nah saat belajar jarak jauh itu, hampir tiap hari siswa menanyakan kapan mereka belajar di sekoah lagi. Mereka rindu dengan sekolah, guru dan rindu memakai seragam sekolah. Alhamdulillah sekolah kami masuk salah satu yangm endapat izin PTM,”kata Hakim.

Lalu, apa yang akan dilakukan PTM perdana besok, menurut Hakim, sama saja dengan belajar jarak jauh sebelumnya.

“Namun kami akan mengonfirmasi para siswa, pengalaman belajar di rumah dan kesulitan yang dihadapi,”jelasnya. Disebutkan, selama tahap awal baru diizinkan belajar selama dua jam dengan dua mata pelajaran tiap hari. Jika kondisi membaik, dan taka da masaah dengan peyebran covid, akan ditingkatkan 4 jam, 6 jam dan seterusnya.

Pihak sekolah sendiri, tidak dituntut menyeesaika kurikulum. “Karena ini pengalaman baru, kami pun akan mengenakan sitem belajar bari di masa pandmi kepada anak-anak. Khususnya mendisiplinkan siswa terhada prokes, agar PTM lancar. Untuk itu para orangtua juag diminta Kerjasama yang baik, dalam mengingatkan anaknya tetap menaati prokes, agar PTM terus bisa dtingkatkan.

Mereka juga kdiminta disiplin mengunakan seragam sekolah. “Selain memberi mata pelajaran, yang kami anggap penting diajarkan selama PTM juga adalah tentang budi pekerti, akhlak dan etika agar para siswa Kembali mendapat Pendidikan tersebut dari sekolah. Sebab setahun lebih sekolah jarak jauh dikhawatirkan mereka lupa pelajaran tersebut,”ungkap Kepsek. (banjarmasinpost.co.id/hanani).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved