Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tak Seperti di Jawa, Harga Porang di Kalsel Stabil Rp 7.500 Perkilogram, Begini Respon Petani

Harga Porang tetap stabil dan petani pun masih senang. Bahkan, justru petani menambah produksi.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Acara pelepasan ekspor porang Balangan, ke Jepang, di Kantor Balai Karantina Pertanian Banjarmasin. Senin (12/4/2021) siang. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jika harga Porang di Jawa sedang anjlok. Maka di Kalsel, harga Porang tetap stabil dan petani pun masih senang. Bahkan malah petani menambah produksi dengan Giat. 

Menurut Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel, Joni Sulistianto, fenomena di Jawa itu karena khayalan Pentani  maunya Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu kilo untuk Porang Chip seperti tahun kemarin. 

"Ketika saat ini pabrik beli harga Rp 7500, maka mereka (para petani Porang di Jawa pada teriak anjlok," kata Joni Sulistianto, Selasa (31/8/2021)

Sementara di Kalsel, sambung Joni Sulistianto, petani awalnya terbiasa jual harga Rp 3000, Rp 4000, Rp 5000.

Baca juga: Lihat Peluang Usaha Besar, ASPI Batola Ajukan KUR untuk Bertanam Porang

Baca juga: Petani Kalsel Ekspor Porang Dalam Bentuk Chip, Harga Mencapai Rp60 Ribu per Kilogram

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Porang, Bangun Industri Shirataki di Madiun Jawa Timur

"Nah, dengan harga sekarang Rp 7500 petani sudah senang," tandas Joni Sulistianto. 

Menurut Joni Sulistianto, harga ideal porang itu Rp 6000- Rp 7000.

"Lebih dari itu kasihan pengusaha / pabrik tidak bisa jalan. Harga chip kering( tepung) sudah ada standarnya jika rendemen 17%-20%. Basah kekering. Harga chip Rp 58 ribu, trus minta harga diatas 10 ribu, ya bangkrut pengusaha," sebutnya. 

Justru, sebaliknya, dengan harga 5000./ kilogram.petani sudah untung besar?.

"Yang bilang anjlok itu pasti petani tanam porang baru tahun kemarin, bukan petani senior. Saya yakin kalau petani Senior sudah mengetahui harga porang bagaimana," sebutnya. 

Baca juga: Harga Porang Basah Stabil Rp 7.000 Per Kilo, Petani Dapat KUR dari Pemerintah

Dari pengamatan Joni Sulistianto musim saat ini sudah waktu, musim tanam porang, sebab cuaca seperti ini cuaca ideal Porang untuk ditanam. 

"Apalagi sebentar lagi masuk musim hujan," kata dia. 

Sementara Fadli, salah satu petani Porang di Kabupaten Banjar berharap harga tidak turun lagi, dibawah Rp 7000. Sebab dia nantinya akan tipis untung jika harga rendah. (banjarmasinpost /nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved