Breaking News:

Air Terjun Tumaung di Kabupaten HST

Wisata Kalsel, Seberangi Sungai dan Lewati Jalan Licin Menuju Air Terjun Tumaung HST

Wisata Kalsel. Melintasi sungai dan jalan setapak licin untuk menuju Air Terjun Tumaung di Desa Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Wisata Kalsel. Air Terjun Tumaung di Desa Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Wisata Kalsel. Kelincahan M Yuni atau yang dikenal sebagai Kai Yuni menjadi pemandu wisata tak lagi diragukan.

Dia memimpin rombongan yang akan berkunjung ke tempat wisata yang sangat mempesona, tersembunyi di Pegunungan Meratus, yakni Air Terjun Tumaung.

Wisata alam tersebut berada di wilayah Desa Pantai Mangkiling, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalsel.

Kepiawaian Kai Yuni melintas di kawasan pegunungan membuat pengunjung yang berwisata merasa nyaman dalam tiap perjalanan.

Bahkan, meski ia tipe orang yang berjalan cepat,  ia juga mampu menyesuaikan langkah dengan pengunjung.

Baca juga: Wisata Kalsel, Air Terjun Tumaung Keindahan Tersembunyi di Meratus Kabupaten HST

Untuk Air Terjun Tumaung merupakan destinasi wisata yang sangat menarik dan terjangkau dari pemukiman setempat.

Melewati sungai, lembah serta jalur yang licin, sudah pasti akan didapati saat menuju air terjun tersebut.

Musim kemarau, air sungai akan surut, sehingga pengunjung lebih mudah untuk menyeberang sungai menuju ke lokasi objek wisata.

Menurut Kai Yuni, untuk menuju Air Terjun Tumaung, masih belum bisa menggunakan sepeda motor.

Hanya bisa sampai berjalan kaki. Meski ada jalur sepeda motor, namun akan kesulitan saat menyeberang sungai.

Baca juga: Wisata Kalsel : Ada Pantai di Desa Atiran HST, Kebeningan Airnya Seperti Kaca

Baca juga: VIDEO Wisata Kalsel - Kampung Bambu di Tandilang HST, Sajikan View Pegunungan Meratus

"Memang bisa menggunakan sepeda motor, namun tidak bisa sampai ke lokasi karena harus menyeberang sungai. Jadi, tetap lanjut jalan kaki," jelas Kai Yuni.

Sungai yang dilewati saat menuju air terjun, bisa dikatakan lebar. Apabila pada situasi tertentu, semisal sedang kemarau, air dalam keadaan kering, baru bisa melintas. Itupun perlu kendaraan yang baik dan kemampuan berkendara yang ahli.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved