Breaking News:

Berita HSU

VIDEO 21 Kamar Warga Binaan Lapas Amuntai Digeledah, Petugas Amankan Hp dan Benda Tajam

Razia digelar petugas Lapas Kelas II Amuntai, Kelurahan Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Razia digelar petugas Lapas Kelas II Amuntai, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (1/9/2021) malam. 

Sebanyak 21 kamar digeledah anggota Lapas Kelas II B Amuntai. Hasilnya, ditemukan barang yang berbahaya , yaitu batang sikat gigi yang diruncingkan, satu Hp dan pengisi daya baterainya, serta beberapa barang terlarang lainnya.

Kadiv Lapas Kanwil Kemenkumham Kalsel, Yuwono, mengatakan, kegiatan ini untuk melakukan pencegahan dalam penggunaan barang berbahaya di lingkungan Lapas. Melalui, program Satuan Operasional Pengawasan Internal (Satops Patnal).

"Kita harus deteksi dini dalam pencegahan kegiatan pelanggaran hukum di lingkungan Lapas, dan salah satunya dalah penggeledahan dan penyitaan barang terlarang serta melakukan tes urin," ujarnya. 

Baca juga: Selain Vaksinasi, Lapas Tanjung Tabalong Rutin Lakukan Sterilisasi untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Baca juga: Razia Lapas Karang Intan, Handphone Hingga Sajam Rakitan Disita Petugas Gabungan

Tes urine juga dilakukan secara acak kepada warga binaan, sebanyak 10 orang dan anggot Lapas dua orang.

Dari 10 orang warga binaan yang dilakukan tes urin, seorang di antaranya terdeteksi mengkomsumsi obat karena dalam masa pengobatan penurunan kadar gula dan sembilan lainnya negatif. Sedangkan untuk petugas lapas,  keduanya negatif.

"Barang terlarang yang ditemukan kemudian dimusnahkan," tambahnya.

Terpisah, Kalapas Kelas II B Amuntai, Dwi Hartono, mengatakan, warga binaan yang kedapatan memiliki barang terlarang akan dilakukan pendataan dan juga pembinaan. 

"Kami juga melakukan pencegahan dengan selalu memberikan imbauan dan sosialisasi mengenai larangan membawa barang yang terlarang. Meskipun, barang yang didapati juga sebagian besar tidak terlalu berbahaya," ungkapnya.

Upaya pencegahan barang terlarang masuk ke lingkungan Lapas juga dilakukan, yaitu pemeriksaan barang titipan dari anggota keluarga yang menjenguk. 

Baca juga: Razia Lapas Kelas IIB Amuntai, Temukan Balok Kayu dan Pisau Cukur di Sel Tahanan

Diketahui, jumlah petugas Lapas Kelas II B Amuntai memang masih kurang.

Ditambahkan Dwi, juga adanya keterbatasan sarana berupa alat pendeteksi logam dan berharap tahun depan bisa mendapatkan. 

Saat ini jumlah warga binaan di Lapas Kelas II B Amuntai berjumlah 508 orang yang berada di 21 kamar. Jumlah ini masih over kapasitas dimana kapasitas normal adalah 150 orang. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved