Breaking News:

Tajuk

PTM Bukanlah Euforia

Kesiapan sekolah menjadi salah satu faktor penting untuk menumbuhkan kepercayaan orangtua mengizinkan anaknya mengikuti PTM

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEJUMLAH daerah di Kalsel seperti Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Banjar sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), meski terbatas. Sementara Banjarmasin masih menunggu selesainya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 pada 6 September 2021.

Berdasar pantauan, sekolah-sekolah yang menggelar PTM terbilang sudah siap, terutama dalam pemberlakuan protokol kesehatan. Tetapi apakah kesiapan dan ketaatan pada protokol kesehatan akan terus terjaga hingga hari-hari selanjutnya, entahlah. Sudah menjadi budaya di negeri ini, ketaatan biasanya hangat-hangat tahi ayam.

Kesiapan sekolah menjadi salah satu faktor penting untuk menumbuhkan kepercayaan orangtua mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Pasalnya, berdasar hasil survei Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada April 2021, 46 persen orangtua setuju PTM dilakukan apabila kasus Covid-19 di Indonesia benar-benar menurun.

Selain itu ada syarat-syarat minimal yang harus dipenuhi sekolah. Yakni, pemakaian masker, pembatasan jumlah siswa maksimal 50 persen yang mengikuti pembelajaran di sekolah, jam belajar pun maksimal 3 jam dan guru wajib sudah divaksin.

Tragisnya, berdasar data Satgas Covid-19, vaksinasi untuk guru dan tenaga pendidik secara nasional belum mencapai 50 persen.

Harapan lain dalam PTM itu adalah jangan ada pemaksaan terhadap anak didik. Bebaskan mereka tentunya dengan persetujuan orangtua siswa untuk memilih, ikut PTM atau pembelajaran secara daring. Perlu ditekankan pula, jangan lantas karena memilih pembelajaran secara daring, anak didik mendapat perlakuan berbeda ketimbang yang ikut PTM.

Secara kelembagaan pun sekolah diharapkan membangun kerja sama dengan layanan kesehatan setempat agar bisa segera menangani bila ada warga sekolah yang terkonfirmasi covid-19. Jika ada yang terkonfirmasi, tidak ada cara selain menutup sekolah itu dari segala aktivitas.

Perlu menjadi perhatian kita semua, PTM itu bukan euforia. Ramai-ramai melaksanakan setelah dua tahun terhenti karena pandemi. Harus disadari PTM itu berat konsekuensinya, menyangkut nyawa anak didik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved