Breaking News:

Berita Kotabaru

Tanjung Seloka Belum Diaspal, Mantan Kadis PUPR Kotabaru Sebut Faktor Alam Jangan Jadi Alasan

Mantan Kadis PUPR Kotabaru M Riduan mengatakan jalan Tanjung Seloka belum diaspal harusnya bukan faktor hujan, tapi jika AMP ada maka bisa diaspal.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Ruas jalan yang masih dalam pengerjaan di jalur Tanjung Seloka-Berangas, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (30/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pengerjaan peningkatan ruas jalan berlangsung di jalur Tanjung Seloka-Berangas, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sesuai kontrak, pekerjaan Jalan Tanjung Seloka-Berangas-Kotabaru ini dimulai 26 Maret 2021 sampai 21 September 2021. Sementara ini, masih belum dilaksanakan pengaspalan.

Pihak Dinas PUPR Kabupaten Kotabaru sebelumnya mengatakan, pengaspalan belum dilakuan dikarenakan hujan yang sering turun. 

Seperti dikatakan Kepala Bidang Binamarga, Dinas PUPR Kotabaru Frans Subakti, jika hujan terus turun dan kondisi jalan masih basah, maka tidak bisa diaspal. Kalau dipaksakan, aspal akan cepat rusak.

Hal ini mendapat perhatian dari M Riduan yang juga mantan Kadis PUPR Kotabaru. Menurut Ketua Koalisi Masyarakat Bersatu Saijaan (Kombes) Kotabaru ini, ada beberapa faktor penyebab, selain pekerja, material, juga kesiapan peralatan.

Baca juga: Jalan Tanjung Seloka Belum Diaspal, Dinas PUPR Kabupaten Kotabaru Sebut Terkendala Hujan

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Angka Kasus Suspek Masih Tinggi

"Kalau yang dimenangkan perusahaan yang mempunyai AMP (Asphalt Mixing Plant), proyek pasti selesai. Bukan alasan karena alam (hujan), tapi ini molornya karena AMP belum kelar," beber Riduan. 

Hanya yang mengherankannya, pekerjaan peningkatan ruas jalan dengan nilai Rp 16 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), pihak yang menang lelang adalah perusahaan yang tidak memiliki AMP.

Padahal, lanjut Riduan, AMP merupakan syarat utama. "Terlalu berani mengambil risiko. Apalagi ini sumber dananya DAK, bila tidak selesai, maka dana terbakar," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (1/9/2021).

Kemudian dia juga merasa heran, penawar tertinggi yang tidak wajar yang dimenangkan.

"Memang tidak harus yang terendah yang dimenangkan. Tapi kalau ada yang berani menawar rendah, perusahaan bonafide, alat lengkap, material siap dan sudah banyak melaksanakan proyek-proyek besar, kenapa kalah," ulas Riduan. 

Baca juga: Bupati Kotabaru Instruksikan Jembatan Penghubung Dua Desa Segera Ditangani

Baca juga: Mayoritas Fraksi di DPRD Kabupaten Kotabaru Tolak Pemberhentian Tenaga Non Pegawai

Terpisah, Manager Teknik PT Jati Baru yang melaksankan pengerjaan jalan ini, Gusti Andria, saat dikonfirmasi mengenai belum pengaspalan, mengatakan, dikarenakan faktor hujan tersebut. "Hal ini terus dikomunikasikan dengan PUPR," terangnya.

Mengenai aspal diambil dari AMP di Kecamatan Kelumpang Hulu, Andria tidak menepis. Pihaknya juga menggunakan aspal dari AMP yang dibangun di wilayah Pulaulaut. 

Namun terkait AMP dibangun di Pulaulaut, jelas Andria, karena kendalanya hujan. "Fondasi sudah selesai, kami  mau naikkan AMP. AMP sudah lama datang, tinggal dirakit," imbuh dia.

Mengenai AMP siap, ditambahkan karena hujan masih sering turun. "Inikan hujan terus, sedangkan fondasi, mutu betonnya harus bagus. Karena hujan terus, makanya belum mengecor. Tapi sudah selesai, tinggal menunggu umur beton. Mau menaikkan AMP, tinggal menunggu crane," urai Andria. 

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved