Breaking News:

Atasi Rasa Takut Cuci Darah

Tips Atasi Rasa Takut Cuci Darah Alami Gagal Ginjal, Jangan Khawatir Kini Sudah Canggih

Inilah tips mengatasi rasa takut atau phobia untuk lakukan cuci darah.Cuci darah atau hemodialisis adalah prosedur untuk menggantikan fungsi ginjal.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Bincang tentang cuci darah di Program BTalk hadirkan narasumber Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin, Solikin Ns MKep SpKep MB, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, M Risman Noor, Selasa (31/8/2021). 

Dokter dapat menghitung eGFR dari hasil tes kreatinin darah pasien, usia pasien, ukuran tubuh pasien, dan jenis kelamin pasien.

GFR dapat memberi tahu dokter stadium penyakit ginjal yang dialami pasien dan membantu dokter merencanakan perawatan terbaik.

Baca juga: BTalk - Pilih Cemilan Bergizi Menurut Nany Suryani dari Stikes Husada Borneo Kalsel

Jika angka GFR pasien rendah, ginjalnya berarti sudah tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya.

Dilansir dari American Kidney Fund, pada penyakit ginjal kronis stadium 5, ketika ginjal bekerja pada kapasitas kurang dari 15 persen, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.

Kondisi ini bisa mengancam jiwa. Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit ginjal stadium akhir atau gagal ginjal yang bisa terjadi:

1. Sakit punggung dan dada

2. Masalah pernapasan

3. Ketajaman mental menurun

4. Kelelahan

5. Sedikit atau tidak ada nafsu makan

10 Tanda Ginjalmu Tidak Sehat, Perhatikan Sebelum Terlambat!
10 Tanda Ginjalmu Tidak Sehat, Perhatikan Sebelum Terlambat! (bestlifeonline.com)

6. Otot berkedut atau kram

7. Mual atau muntah

8. Gatal terus menerus

9. Susah tidur

10. Kelemahan parah

11. Pembengkakan pada tangan dan kaki

12. Buang air kecil lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya

Dilansir kompas.com, Siapa saja yang mengalami gejala di atas atau mencurigai diri mengalami gejala penyakit ginjal penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Ketahuilah bahwa semakin dini penyakit ginjal terdeteksi, maka kian baik untuk memperlambat atau menghentikan perkembangannya.

Pada penderita penyakit ginjal stadium akhir, risiko untuk mengalami penyakit jantung dan stroke bisa semakin meningkat.

eGFR di bawah 60 selama tiga bulan atau lebih atau eGFR di atas 60 dengan kerusakan ginjal (ditandai dengan tingginya kadar albumin dalam urine) dapat menunjukkan penyakit ginjal kronis.

Dokter biasanya ingin menyelidiki penyebab penyakit ginjal pasien dan terus memeriksa fungsi ginjalnya untuk membantu merencanakan perawatan terbaik.

Biasanya, tes urine sederhana juga akan dilakukan untuk memeriksa darah atau albumin (sejenis protein) dalam urine.

Ketika seseorang memiliki albumin dalam urine, itu disebut albuminuria. Darah atau protein dalam urine bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal.

Orang dengan jumlah albumin yang tinggi dalam urine berada pada peningkatan risiko penyakit ginjal kronis berkembang menjadi gagal ginjal.

Dokter mungkin juga akan menyarankan pengujian lebih lanjut, jika perlu, seperti:

1. Tes pencitraan seperti USG atau CT-scan untuk mendapatkan gambaran kondisi ginjal dan saluran kemih

2. Biopsi ginjal yang dilakukan dalam beberapa kasus untuk memeriksa jenis penyakit ginjal tertentu, melihat seberapa banyak kerusakan ginjal yang terjadi dan membantu merencanakan pengobatan. Untuk melakukan biopsi, dokter mengambil potongan kecil jaringan ginjal dan melihatnya di bawah mikroskop.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved