Breaking News:

Berita HSS

Delapan Bulan Gelar Yustisi , Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di HSS Capai Rp 43,35 Juta

Satgas Covid-19 HSS terus menggiatkan pendisiplinan protokol kesehatan. Selama 8 bulan operasi yustisi digelar didapat uang denda Rp 43,35 juta

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans
Ilustrasi-Warga yang terjaring dalam operasi yustisi Satpol PP disidang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN – Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus gencar menggelar yustisi protokol kesehatan.

Bahkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga, yustisi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari. Yustisi ini dianggap efektif untuk membuat jera para pelanggar protokol kesehatan. 

Bahkan, denda dari razia protokol kesehatan mencapai Rp 43,35 juta sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2021.

Rinciannya, Januari Rp 1,55 juta, Februari Rp 4,6 juta, Maret Rp 8,4 juta, April Rp 8,1 juta, Mei Rp 6,55 juta, Juni Rp 3,55 juta, Juli Rp 5,5 juta, dan Agustus Rp 5,1 juta.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Kabupaten HST Swab 20 Pelanggar Prokes, Satu Orang Positif

Baca juga: Gencarkan Operasi Yustisi di Tapin, Petugas Jaring Sembilan Pelanggar Prokes

Baca juga: Operasi Yustisi Satgas Covid-19 Kecamatan Kusan Hilir Sasar Pasar Pagatan, Pelanggar Prokes Diswab

Denda ini sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Hulu Sungai Selatan.  

Denda maksimal yang dipatok di Peraturan Bupati tersebut bahkan mencapai Rp 250 bagi pelanggar. Namun, besaran denda yang dibayarkan pelanggar rata-rata Rp 50 ribu per orang. Dan hanya beberapa orang saja yang diberikan denda Rp 100 ribu.

Denda ini diberikan sesuai dengan besar kecilnya kesalahan pelaku. Selain itu, denda maksimal penah diberikan untuk pelaku usaha sebesar Rp 250 ribu.

Tak hanya denda, sanski yang diberikan beragam mulai dari teguran lisan dan tertulis. Hingga sanski sosial seperti juru kampanye dan menyapu fasilitas umum.

Teguran lisan misalnya sejak 1 Januari hingga 31 Agustus tercatat ada 707 pelanggar. Rinciannya, Januari 39 orang, Februari 50 orang, Maret 29 orang, April 42 orang, Mei 41 orang, Juni 88 orang, Juli 74 orang, dan Agustus mencapai 344 orang.

Teguran tertulis sejak 1 Januari hingga 31Agustus tercatat 354 orang. Rinciannya, Januari sebanyak 26 orang, Februari 68 orang, Maret 22 orang, April 15 orang, Mei 102 orang, Juni sembilan orang, Juli 29 orang, dan Agustus 83 orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved