Breaking News:

Tajuk

Kecanduan Kronis Gagdet

Belajar daring atau online mulai akrab dijalani para pelajar Indonesia. Penggunaan smartphone dan gadget pun tak terelakkan.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUDAH sekitar satu tahun tujuh bulan, pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Semua aspek kehidupan kena dampaknya.

Paling terasa dampaknya yakni di dunia pendidikan, khususnya belajar mengajar, mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, SMK dan perguruan tinggi.

Belajar daring atau online yang dulu tak terbayangkan, ini akhirnya mulai akrab dijalani para pelajar Indonesia. Penggunaan smartphone dan gadget pun tak terelakkan.

Awalnya, mulai pagi sampai sore anak memegang smartphone untuk pembelajaran daring.

Hingga kini pun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel masih belum memastikan kapan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kalsel dilaksanakan secara resmi dan serentak di sekolah.

Usai PPKM level 4 di Kalsel nantinya, PTM baru bisa dilakukan setelah ada rekomendasi Satgas Covid-19 terkait digelarnya PTM untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK.

Dalam perjalanan waktu, ternyata tak setiap hari guru mengajar secara online di setiap jenjang sekolah di pandemi Covid-19 ini.

Kadang hanya satu sampai dua kali seminggu guru mengajar. Akibatnya, penggunaan smartphone yang awal peruntukannya untuk belajar, kini menjadi media untuk bermain game dan sosmed seharian bagi anaka-anak.

Mengutip pernyataan Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Kalsel, Sukma Noor Akbar, MPsi, dalam program BTalk Banjarmasin Post, bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat, tak dipungkiri memberikan kemudahan dan efek positif lainnya bagi perkembangan anak.

Selain memberikan hal positif, gadget pun memberikan dampak negatif. Ini karena gadget dapat membuat seseorang tak terkecuali anak-anak merasa kecanduan seperti obat-obatan terlarang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved