Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kejar Peningkatan Produksi Sawit Kalsel, Disbunak Targetkan Peremajaan 10.700 hektar

Untuk meningkatkan produksi sawit kalsel, Disbunak Kalsel menargetkan peremajaan sawit rakyat seluas 10.700 hektare

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
istimewa
Kadisbubak Kalsel, Suparmi melakukan peninjauan ke areal lahan Sawit yang diremajakan.  

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan (kalsel) menjadi pilot project dalam peningkatan produksi kelapa sawit melalui peremajan sawit di Indonesia. Baik melalui peremajan sawit plasma maupun swadaya. 

Bahkan tahun ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel (Disbunak Kalsel) menargetkan 10.700 hektar lahan yang disentuh dalam program peremajan sawit ini hingga tahun 2021 di Kalsel.

Guna mewujudkan target itu, menurut Kadisbunak Kalsel, Suparmi, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan guna membangun perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. 

Pertama, yakni menyusun rencana aksi daerah perkebunan kelapa sawit di provinsi kalimantan selatan (RAD-KSB) 2021-2022. 

Baca juga: Pasokan Bahan Baku Masih Kurang, Disbunak Kasel Dorong Peremajaan Sawit Rakyat 2021

Baca juga: Permintaan Meningkat, Ekspor sawit  Kalsel Naik 100 Persen

Baca juga: Apel Siaga Karhutla, Anggota GAPKI  Dituntut Amankan Wilayah di Dalam dan Luar Konsesi Sawit

"Setelah disusun, maka ada program peningkatkan sarana dan prasarana melalui pemberian bantuan jalan kebun dan jembatan kebun, saprodi, mesin pertanian serta alat transportasi melalui dana Badan Pengelola Dana Pembangunan Kepala Sawit (BPDPKS)  serta dukungan dari  dana APBN dan APBD Provinsi atau kabupaten, " kata Suparmi, Kamis (2/9/2021). 

Dijelaskan dia, di tahun 2021 ini, ada dua yang dapat yakni Kotabaru dan Tanbu yakni berupa jalan akses ke kebun dan jembatan. 

"Kami juga dorong daerah lainnya untuk mengusulkan agar dapat ditahan berikutnya," sebut Suparmi. 

Selain itu, sambung Suparmi, Disbunak Kalsel juga meningkatkan kwalitas Sumberdaya Manusia (SDM) perkebunan, misal, ASN di bidang perkebunan, pekebun, mahasiswa  dan lembaga-lembaga riset dan sejenisnya. 

Disbunak Kalsel, Suparmi berujar, juga mendorong pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, dimana saat ini sudah 23 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) bersertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (Ispo) dari total 40 (PKS) yang ada di kalsel. 

Sedangkan pembangunan industri hilir/turunan dari cpo, sambungnya di Kalsel saat ini ada 2 (dua) industri minyak goreng yaitu pt. minamas dan pt. sinar mas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved