Breaking News:

Berita Banjarmasin

Putusan Belum Siap, Pembacaan Vonis Perkara Dugaan Penipuan Dana Haji PT Travellindo Ditunda

Terdakwa perkara dugaan penipuan terkait dana haji PT Travellindo Lusiyana, Supriadi batal mendengarkan vonis dalam persidangan di Pengadilan Negeri B

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Mantan Direktur PT Travellindo Lusiyana di Pengadilan Negeri Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terdakwa perkara dugaan penipuan terkait dana haji PT Travellindo Lusiyana, Supriadi batal mendengarkan vonis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Kamis (2/9/2021).

Pasalnya, Majelis Hakim yang diketuai Moch Yuli Hadi bersama dua Hakim Anggota yaitu Sutisna Sarasti dan Jamser Simanjuntak menunda pembacaan vonis.

Alasannya karena Majelis Hakim belum siap dengan putusannya, sehingga pembacaan putusan ditunda dan dijadwalkan akan dibacakan pada sidang selanjutnya, Senin (6/9/2021).

Atas penundaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Radityo Wisnu Aji berharap putusan dapat segera dibacakan pada sidang selanjutnya.

Baca juga: VIDEO Terjerat Kasus Penipuan Dana Haji, Mantan Direktur PT Travellindo Dituntut Penjara 14 Bulan

Baca juga: VIDEO Sidang Perkara PT Travellindo Lusiyana, Terdakwa Beri Kesaksian Sebut Tak Lagi Direktur

Baca juga: Sidang Dugaan Penipuan PT Travellindo Lusiyana, Mantan Karyawan Sebut Perusahaan Kesulitan Cash Flow

"Majelis Hakim belum selesai musyawarah dan putusannya belum siap sehingga ditunda Senin pekan depan. Kami menghormati itu, kita tunggu hari senin nanti," kata Radityo.

Sedangkan penasihat hukum terdakwa, Isai Panantulu berharap, Majelis Hakim dapat mengambil keputusan dengan objektif dengan memperhatikan fakta dan bukti persidangan.

Harapannya kata dia, tentu Ia menginginkan Majelis Hakim memvonis bebas kliennya sesuai dengan pledoi yang sudah disampaikan pada sidang sebelumnya.

Isai mengemukakan sejumlah hal terkait fakta dan bukti persidangan yang kata Isai seharusnya dijadikan pertimbangan Majelis Hakim.

Yaitu di antaranya tuduhan salah alamat karena terdakwa sudah bukan lagi menjabat sebagai direktur atau pemilik PT Travellindo Lusiyana lagi sejak tahun 2016 silam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved