Breaking News:

Kriminalitas Kotabaru

Video Pencuri Kotak Amal di Kotabaru Kalsel Diringkus Tim Macan Bamega

Setelah viral di sosial media, dalam waktu dua hari pelaku pencurian kotak amal berhasil diringkus Tim Macan Bamega Polres Kotabaru. 

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Setelah viral di sosial media, dalam waktu dua hari pelaku pencurian kotak amal berhasil diringkus Tim Macan Bamega Polres Kotabaru

Keberhasilan pengungkapan pencurian kotak amal di enam titik di empat lokasi oleh Tim Macan Bamega, langsung mendapat apresiasi Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafrudin SIK.

Andi Adnan dalam konferensi persnya, Kamis (2/9/2021) mengatakan, kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di bulan Agustus.

Menurut dia, kasus terungkap bermula saat anggota Sat Reskrim melakukan patroli cyber di beberapa akun media sosial warga Kotabaru. 

Dari beberapa akun ditemukan tindak pidana aksi pencurian kotak amal milik masjid dan mushola yang di tempatkan di beberapa rumah makan dan toko di Kotabaru. 

"Dari infomasi itu, tim Buser melakukan penyelidikan baik pakai teknologi CCTV yang ada di TKP (tempat kejadian perkara), selain tatap muka dengan informan," jelas Andi Adnan.

Berdasarkan informasi warga dan hasil analisa dari CCTV yang disita di TKP, tim Macan Bamega berhasil meringkus pelaku.

Pelaku berinisial GPP (31) warga Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Menurut keterangan pelaku, aksi pencurian sebanyak enam kali di empat lokasi yang berbeda. Namun di bulan yang sama yakni Agustus 2021, antara lain kotak amal di sebuah toko sembako di Jalan Pangeran Hidayat, jalan Singabana, depan asrama Kodim dan kotak amal di sebuah rumah makan di jalan H Hasan Basri.

Modus pencurian, pelaku mengambil kotak amal pada saat pemilik warung dan toko tidak ada, karena sudah tutup. 

"Kotak amal dibawa menggunakan sepeda motor. Di sebuah tempat sudah ditentukan kemudian kotak amal dipecakan pelaku menggunakan palu," jelas Kapolres.

Uang diambil dan digunakan untuk keperluan pelaku. "Korban (pemilik kotak amal) semuanya adalah lembaga sosial. Ada masjid, mushola, dan yayasan pendidikan Islam yang dititipkan ke warung dan toko-toko. Total kerugian sekitar Rp 3 juta," katanya. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved