Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Cabai Hiyung Kalsel Fluktuatif, Petani Didorong Membuat Produk Turunan

Dinas Perdagangan Kalsel apresiasi komoditi cabai hiyung menjadi produk kemasan dan mendorong petani cabai lainnya untuk melakukan hal serupa.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERDAGANGAN KALSEL
Salah satu produk turunan dari cabai hiyung asal Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kondisi harga cabai di Indonesia, lebih khusus di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memang rentan berfluktuasi.

Pada bulan tertentu bisa terjadi kenaikan harga yang sangat tinggi, terlebih jenis cabai rawit merah semacam cabai hiyung yang merupakan produk khas dari Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalsel. 

Sehingga, cabai hiyung ini sering menjadi salah satu pendorong inflasi. Meski pada saat tertentu, terkadang harganya anjlok yang berakibat petani merugi.

"Saya sangat mengapresiasi upaya Pemda Kabupaten Tapin yang telah membina, Kelompok Tani Karya Baru Desa Hiyung, dimana kelompok tani ini telah mengembangkan jenis cabai rawit khas Kalimantan Selatan yang diberi nama Cabe Hiyung sesuai nama desanya," ucap Kadis Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, Jumat (3/9/2021). 

Mengenai penamaan hiyung, menurut Birhasani, sebenarnya jenis cabai ini banyak ditemui di wilayah Kalsel. 

Baca juga: Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Beri Perhatian Khusus untuk Cabai Rawit Hiyung

Baca juga: Rayakan Bulan Bung Karno, DPC PDIP Tapin Gelar Lomba Menanam Cabai Hiyung

Namun yang ditanam di Desa Hiyung Kabupaten Tapin, lanjut dia, level kepedasannya mencapai lebih 80 persen. Lebih pedas dibanding dari yang ditanam di daerah lain di Kalsel.

"Kelompok tani cabai hiyung di Desa Hiyung ini lingkup usahanya dari hulu hingga ke hilir, yakni dari penanaman cabai, penjualan cabai segar hingga ke proses hilirisasi," sebutnya. 

Misal, sambung Birhasani, mengolah cabai kemasan siap pakai dalam bentuk Abon Cabai Hiyung Kemasan, Sambal Pedas Cabai Hiyung (sambal ulek) kemasan dengan berbagai varian rasa dan Kecap Pedas Cabai Hiyung.

"Menurut saya, ini suatu upaya membuat produk inovasi dan berdampak positif untuk menjaga stabilitas pendapatan petani," kata Birhasani

Di saat harga cabai segar mahal, sambung Birhasani, petani mendapat keuntungan yang wajar. Tapi di saat harga cabai segar turun anjlok, bisa memperbesar produk dalam bentuk kemasan. 

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, saat mengunjungi petani cabai hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, saat mengunjungi petani cabai hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. (DINAS PERDAGANGAN KALSEL)

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved