Breaking News:

Berita Tapin

842 Anak Putus Sekolah di Tapin, Paling Banyak Tingkat SD, Faktor Ekonomi Penyebab Utama

Ada tiga penyebab 842 anak di Tapin putus sekolah yakni faktor ekonomi, pernikahan dini dan beban tugas.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Hj. Ahlul Janah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin catat ada 842 anak putus di Kabupaten Tapin.

Informasi yang dihimpun Banjarmasinpost.co.id, ada tiga penyebab 842 anak di Tapin putus sekolah yakni faktor ekonomi, pernikahan dini dan beban tugas.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, Hj Ahlul Janah mengatakan rincian angka 842 anak yang putus sekolah ini didominasi oleh anak di tingkat SD sebanyak 539, SMP 120 dan SMA 183.

Baca juga: Respons Aspirasi Masyarakat, Jajaran DPRD Tapin dan SKPD Tinjau Desa Suato Lama,

Baca juga: Siap Ikut Tes SKD, Peserta CPNS Tapin Ini Kurangi Mobilitas dan Banyak Konsumsi Vitamin

"Kesulitan ekonomi adalah faktor utama. Ada anak yang harusnya duduk di bangku sekolah terpaksa membantu orangtuanya mencari uang, diikuti pernikahan dini dan ada anak yang sering absen, tidak mengerjakan tugas sekolah dan kemudian berhenti," jelasnya, Sabtu (4/9/2021).

Hj Ahlul Janah mengatakan ada 23 orang anak yang sudah dibantu oleh perusahaan swasta dan sisanya dari APBD untuk tingkat SD dan SMP sedangkan untuk SMA, Disdik Tapin sudah ajukan proposal ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dan ke Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

"Saya berharap ada perhatian, baik dari perusahaan-perusahaan swasta maupun dari Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait sehingga angka anak putus sekolah (PTS) dan anak tidak sekolah (ATS) di Tapin dapat tuntas, hingga akhirnya meningkatkan angka harapan lama sekolah," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved