Breaking News:

Berita HSU

Dinas Pertanian HSU Akan Perluas Penggunaan Drone untuk Berantas Gulma

Dinas Pertanian Kabupaten HSU dan swasta berhasil uji coba pakai drone semprotkan herbisida untuk berantas gulma di Desa Murung Panti Hilir, Babirik.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERTANIAN KABUPATEN HSU
Pengunaan drone untuk semprotkan herbisida guna membasmi gulma di lahan pertanian luas di Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. Uji coba dinilai berhasil dan Dinas Pertanian berupaya perluas cara ini ke lahan-lahan lainnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Lahan pertanian yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini banyak yang tak bisa ditanami karena banyak tanaman liar yaitu susupan gunung. 

Lahan pertanian ini tak bisa ditanami karena untuk mematikan gulma susupan gunung sulit dilakukan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian HSU, Yuli Hertawan, lahan pertanian yang tak bisa ditanami biasanya karena tahun lalu setelah musim panen ada tanaman liar susupan gunung dan tidak lekas disemprot pestisida.

"Biasanya karna memang sulit karena lahan luas dan ditengah daerah rawa-rawa," ujarnya, Sabtu (4/9/2021). 

Baca juga: DPRD Kalsel Alokasikan Rp 6 Miliar untuk Perbaikan Jembatan di Banjang Kabupaten HSU

Baca juga: Juarai Lomba Pemuda Pelopor Kalsel, Pemuda HSU Ini Ternyata Lakukan Persiapan Ini

Pihaknya sudah sering memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada petani tentang cara agar susupan gunung tidak sampai tumbuh subur di lahan pertanian.

"jika lahan pertanian menyempit, maka yang dirugikan juga adalah para petani, yaitu dapat mengurangi hasil pertanian yang didapat. Padahal, tanam hanya bisa dilakukan 1 kali dalam satu tahun," ungkapnya.

Upaya lain, bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberantas tanaman liar jenis tersebut. 

Penyemprotan herbisida secara manual sulit dilakukan karena lahan yang sangat luas serta letaknya yang berada di tengah daerah rawa-rawa.

Baca juga: Pedagang Berharap Lantai Pasar Pasar Unggas Amuntai Kabupaten HSU Diperbaiki

Baca juga: Dinas Pertanian Kabupaten HSU Capai Target Tanam Lebih dari 18 Ribu Hektare

"Saat ini ada pihak swasta yang yang bersedia melakukan penyemprotan menggunakan Drone," sebut Yuli Hertawan.

Percobaan dilakukan di Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU. Ternyata berhasil, penyemprotan herbisida sebanyak 9 liter untuk satu hektare. Selain lebih cepat,  secara biaya lebih hemat.

"Rencana,  dilakukan secara luas di lahan pertanian lainnya yang selama ini masih belum bisa dibuka untuk lahan pertanian karena ditutupi gulma susupan gunung," pungkas Yuli Hertawan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved