Berita Batola

VIDEO Emak-emak Desa Tabing Rimbah Kabupaten Batola Bikin Hand Saniziter dari Limau Kuit

Dosen dan mahasiswa UM Banjarmasin ajari ibu-ibu Tabing Rumbah Batoal bikin hand sanitizer dari kulit limau kuit dan taman tanaman obat keluarga.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,  MARABAHAN - Belasan ibu mengikuti pelatihan membuat apotek hidup dan juga Bikin Hand Sanitizer berbasis Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (4/9/2021).

Kegiatan yang dimotori dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin ini dalam rangka pengabdian masyarakat di daerah setempat.

Tema yang mereka angkat adalah tentang Pemberdayaan Kelompok Ibu PKK Desa Tabing Rimbah melalui Pembuatan Apotek Hidup dan Handsanitizer Berbasis Toga.

Disampaikan Endang (40), warga setempat, dirinya dan juga teman-teman merasa senang karena mendapat pelatihan mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga di pekarangan rumah.

Baca juga: Bertemu Sandiaga Uno, Nelayan Anjir Muara Langsung Curhat Soal Kurangnya Tangkapan

Baca juga: Pasca Penumpang Feri Sungai Gampa Tenggelam, Satpolairud Batola Imbau Pengelola Layanan

Selain menambah pengetahuan mengenai pengobatan secara alami dan murah, menurutnya, juga berpeluang untuk bisa mendatangkan usaha baru.

"Alhamdulilah dengan pelatihan ini, kami jadi tahu potensi tanaman yang ada di sekitar rumah. Ternyata banyak yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan," beber Endang.

Selain itu, ia bersama belasan ibu lainnya juga mendapat punya pengalaman baru dalam hal proses pembuatan handsanitizer dengan aromatik dari buah limau kuit. 

Pembuatannya dimulai dari mengekstrak, mengombinasikan dengan bahan lainnya hingga mengemas dalam kemasan yang siap dipasarkan. 

Sementara itu, disampaikan Herda Ariyani, dosen Fakultas Farmasi UM Banjarmasin, pihaknya memang serius menyasar masyarakat desa untuk mengenal lebih jauh mengenai manfaat tanaman yang kadang disepelekan.

Warga mengikuti pelatihan membuat handsanitizer dari bahan lidah buaya dan kulit limau kuit di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (4/9/2021).
Warga mengikuti pelatihan membuat handsanitizer dari bahan lidah buaya dan kulit limau kuit di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (4/9/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI)

Sebagai contoh,  Bikin Hand Sanitizer dengan bahan utama lidah buaya dan kulit jeruk limau kuit ini.

Pihaknya sudah melakukan pengujian bahwa kulit jeruk limau kuit memiliki semacam daya antibakteri yang baik dan aman pula bila digunakan.

"Di sini kita berupaya menumbuhkan pengetahuan swamedikasi, yakni mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang sederhana, terutama dengan memanfaatkan toga," terang Herda.

Terlepas dari itu, ia juga berharap ibu-ibu anggota PKK yang mengikuti pelatihan bisa mempertahankan program ini secara berkelanjutan. 

Yaitu, dengan membudidayakan tanaman obat yang ada dan lebih kreatif dalam mengolahnya, sehingga bisa mendatangkan peluang berupa penghasilan baru.

Baca juga: Minim Penerangan, RTH di Marabahan Batola Segera Direvitalisasi

Baca juga: Heboh Mesum di Taman, Video Sepasang Pemuda Viral di Laman WhatsApp

Ditambahkan Kabid Pengabdian Masyarakat UM Banjarmasin ini, sebagai langkah awal, pihaknya juga mendonasikan 22 macam bibit tanaman obat yang bisa ditanam di pekarangan rumah, yaitu kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, kelor, bibit sirak, kumis kucing dan beberapa jenis lainnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved