Covid 19 Dunia

UPDATE Covid-19 Dunia: Tembus 18,9 Juta Kasus Aktif Covid-19 Per 4 September 2021, Indonesia ke-16

Update covid-19 dunia per Sabtu, 4 September 2021 pukul 15.15 WIB. Kasus positif aktif covid-19 dunia saat ini tembus 18,9 juta, Indonesia urutan 16

CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin virus corona Covid-19 Sinovac di gedung konvensi di Banda Aceh pada 14 Juli 2021. 

Total Kasus: 2.061.084
Kasus Aktif: 157.646
Sembuh: 1.869.376
Meninggal: 34.062

Polandia

Total Kasus: 2.889.773
Kasus Aktif: 157.127
Sembuh: 2.657.274
Meninggal: 75.372

Thailand

Total Kasus: 1.265.082
Kasus Aktif: 155.134
Sembuh: 1.097.317
Meninggal: 12.631

Afrika Selatan

Total Kasus: 2.805.604
Kasus Aktif: 143.702
Sembuh: 2.578.741
Meninggal: 83.161

Fakta Varian Covid-19 Mu

Sementara itu, setelah muncul Covid-19 varian Alpha dan Delta, kini dunia harus menghadapi varian baru virus Corona yang diberi nama B.1.621 atau varian Mu.

Dilansir dari kompas.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian baru Covid-19 ini ke dalam daftar variant of interest (VOI) bersama dengan beberapa varian lainnya.

Sementara itu, Public Health England (PHE) yang menamai varian ini dengan sebutan VUI-21JUL-01 juga menambahkan virus Corona varian Mu ke dalam daftar varian yang sedang diselidiki pada bulan Juli lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan, virus Corona varian Mu dianggap belum memicu kekhawatiran seperti dua varian yang lebih dulu ada, yakni Alpha dan Delta.

Akan tetapi, dilansir dari The Guardian melalui KOMPAS.com, varian Mu dikhawatirkan dapat tak terpengaruh dengan kekebalan orang yang sudah menerima vaksin Covid-19.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai virus Corona varian baru ini, berikut ini 4 fakta mengenai Covid-19 varian Mu'> Covid-19 varian Mu:

1. Teridentifikasi di Kolombia

Virus Corona varian Mu pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada bulan Januari 2021.

Menurut WHO, varian Mu lebih kebal terhadap vaksin seperti varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Akan tetapi, para ilmuwan masih meneliti tingkat penularan dan dampak yang ditimbulkan dari varian baru ini.

2. Prevalensi sementara masih rendah

Sebagaimana dikutip KOMPAS.com dari Euro News, menurut WHO, sejauh ini prevalensi varian Mu di seluruh dunia masih rendah, yakni kurang dari 0,1 persen.

Prevalensi varian Mu di Kolombia, negara yang menjadi tempat varian baru ini teridentifikasi, sekitar 39 persen. Sedangkan di Ekuador, prevalensi varian Mu mencapai 13 persen.

3. Ditemukan di 39 negara

Meskipun tergolong baru ditemukan, namun varian Mu telah terdeteksi di 39 negara di dunia. Hal ini pula yang membuat WHO menambahkan B.1.621 ke dalam daftar pantauan.

Setidaknya terdapat 32 kasus infeksi varian Mu di Inggris. Menurut laporan PHE, sebagian besar kasus infeksi virus Corona varian Mu di London terjadi pada anak muda, bahkan yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Saat ini, varian Mu juga telah terdeteksi di Amerika Selatan, AS, Eropa, dan Hong Kong.

Ilustrasi Virus Corona.
Ilustrasi Virus Corona. (Stocktrek Images/Getty Images)

4. Kebal terhadap vaksin Covid-19

WHO mengatakan, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang berpotensi dapat lolos dari sistem kekebalan. Meski begitu, laporan ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, menurut PHE, varian Mu memiliki resistensi yang sama dengan varian Beta terhadap kekebalan yang dihasilkan dari vaksinasi. Akan tetapi, butuh lebih banyak bukti penelitian untuk mengonfirmasi pernyataan tersebut.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, terus bermutasi dari waktu ke waktu dan sebagian besar mutasi memiliki sedikit atau sama sekali tidak berpengaruh pada sifat virus.

Meski demikian, mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat virus, tingkat penyebaran virus, keparahan penyakit yang ditimbulkan, dan ketahanannya terhadap vaksin, obat-obatan, serta tindak pencegahan lainnya.

Tingkat ancaman yang ditimbulkan varian ini masih belum dapat dipastikan. Hal itu bisa diketahui setelah adanya peningkatan kasus dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan.

(Tribunnews.com/Rica Agustina/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved