Breaking News:

Kesehatan

Baca, Ini Bahaya Memakai Sabu Sangat Mengerikan Bagi Tubuh

Menggunakan sabu sangat berbahaya bagi tubuh dimana sabu bisa memicu insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, paranoia, hingga gangguan tidur dll

Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 2,5 kg hasil tangkapan Polsek Astambul beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Penyalahgunaan narkotika baik jenis ektasi dan sabu sering kita dengar hampir setiap hari terjadi di semua daerah di Indonesia

Setiap lapisan masyarakat bisa saja  terlibat penyalahgunaan narkoba ini. Baik oknum artis, PNS, hingga masyarakat  dapat terjerat zat berbahaya  ini jika tak membentengi diri dengan pengetahuan bahwa efek obat ini sangat mengerikan.

Dan tentunya jika terlibat penyalahgunaan narkotika pastinya akan berurusan dengan aparat kepolisian.

Apalagi pihak kepolisian serta BNN pun berkomitment untuk memberntas peredaran narkotika saat ini.

Nah sabu atau metamfetamin kristal adalah bentuk narkoba yang terlihat seperti pecahan kaca atau batu putih kebiruan yang mengkilat.

Narkotika jenis ini secara kimiawi mirip dengan amfetamin, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD), narkolepsi, dan gangguan tidur.

Baca juga: Musnahkan 237 Kg Sabu, Polda Kalsel Kerahkan Mobil Mixer

Baca juga: 4 Orang Ditangkap Diduga Terkait Ratusan Kilogram Sabu, Kapolda Irjen Nico Afinta Sebut Asal Narkoba

Jika disalahgunakan, sabu jenis tentu bisa berdampak buruk pada tubuh. Lalu, apa yang terjadi ada tubuh saat kita mengonsumsi sabu?

Sabu merupakan jenis narkotika yang sering disalahgunakan dan tentunya efeknya sangat merugikan bagi tubuh.

Obat ini memang bisa meningkatkan jumlah dopamin di otak. Dopamin merupakan hormon yang memicu rasa bahagia, semangat, dan energi.

Karena itu, orang yang mengonsumsi sabu bisa merasa bahagia atau bersemangat, yang dikenal dengan sensasi "tinggi".

Namun, efek tersebut akan memudar dengan cepat. Karena itu, banyak orang menggunakannya dalam dosis tinggi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved