Breaking News:

Berita Batola

Atasi Masalah Pembelajaran Anak Batola, Yayasan Al Ittihad Ponorogo beri pendampingan Psikososial

ayasan Al Ittihad asal Ponorogo berupaya memberikan pendampingan psikososial. Terutama bagi anak-anak sekolah tingkat Sekolah Dasar di Batola 

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Anggota Fasilitator Yayasan Al Ittihad Ponorogo saat meninjau pembelajaran anak di SDN 3 Marabahan, Senin (6/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Lamanya pandemi berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia berdampak buruk terhadap berbagai bidang, tidak terkecuali pembelajaran dan perilaku anak-anak sekolah. 

Berbagai kebiasaan baru pun hadir untuk mengimbanginya, agar pembelajaran anak-anak tetap berjalan dengan maksimal. 

Di antaranya melakukan pembelajaran secara daring, hingga keseharian peserta didik lebih banyak berkutat dengan perangkat elektronik sebagai sarana penunjang. 

Berlatar fenomena inilah Yayasan Al Ittihad asal Ponorogo berupaya memberikan pendampingan psikososial. Terutama bagi anak-anak sekolah tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Barito Kuala. 

Baca juga: PTM Terbatas di Batola, Disdik Tidak Temukan Laporan Penularan Covid-19 di Sekolah

Baca juga: Berstatus PPKM Level 3-4, Batola Tetap Laksanakan PTM Sejak Tahun Ajaran Baru

Disampaikan Ibnu Hamdan Muzakki, fasilitator dari Yayasan Al Ittihad, pihaknya melakukan pendampingan mengenai perkembangan anak-anak di 10 sekolah yang ada di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Marabahan dan Kecamatan Tabukan. 

"Sebelumnya, kami berencana melakukan pendampingan ini di Surabaya, namun karena masih memberlakukan PPKM di level 4 sehingga disetujui Kemendikbud untuk dialihkan ke Kalimantan Selatan, tepatnya di Barito Kuala," terangnya, Senin (6/9/2021). 

Lebih jauh, Sarjana Pendidikan Agama Islam ini pun menjelaskan. Kurang lebih selama satu bulan pihaknya melakukan tiga tahapan dalam pendampingan psikologi anak ini. 

Yakni pencarian masalah melalui AKB, kemudian treatment dan penerapan metode Cinema Bliblio Education (CBE) dalam pendampingan. 

Disampaikan Hj Nur Asipah, Kepsek SDN 3 Marabahan, tenaga pengajar saat ini memang masih terkendala dalam efektifitas pembelajaran anak. Karena berbagai keterbatasan yang dialami saat ini. 

Dengan adanya pendampingan psikososial anak ini ia merasa senang. Apalagi melibatkan anak-anak secara langsung dan guru-guru dalam mengamati dan bagaimana menentukan langkah ke depan. 

Baca juga: PTM Terbatas di Kalsel, 45 Sekolah di Kabupaten HSU Kembali Lakukan Pertemuan Tatap Muka

"Dengan pendampingan ini kita akan lebih mengerti bagaimana menerapkan formulasi metode untuk mencapai efektifitas anak dalam belajar, terutama kembalinya belajar dengan tatap muka terbatas ini," terang Asipah. 

Pihaknya pun berharap, program ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Sehingga peningkatan mutu pembelajaran pasca diterpa pandemi tetap memuaskan. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved