Breaking News:

Berita Banjarmasin

Belajar Bersama Maestro Madihin Digelar Kemendibud RI dan Disbudpar Banjarmasin

Seniman muda mengikuti Program Belajar Bersama Maestro Madihin yang diselenggarakan Kemendibud RI bekerja sama Disbudpar Banjarmasin selama 7 hari.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Kegiatan Program Belajar Bersama Maestro Madihin di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walau beberapa kali menjuarai lomba Madihin tingkat Kabupaten Tapin hingga Kalimantan Selatan, Normiliyanti merasa perlu belajar lebih mendalam lagi teknik, spontanitas dalam bersyair dan lain-lain.

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari ini pun mengikuti acara Belajar Bersama Maestro (BBM) Madihin yang diselenggarakan Kemendibud RI, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin.

"Banyak ilmu yang didapat dengan mengikuti kegiatan ini. Semoga ke depannya saya bisa lebih berkembang lagi dan tampil inovatif dalam bermadihin," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud RI, Judi Wahyudin, mengatakan, program BBM sudah dilaksanakan sejak tahun 2015.

"Dulu kegiatannya melibatkan siswa kelas X dan XI SMA sederajat. Kemudian sejak 2020 dan 2021 pesertanya berbeda, yakni melibatkan seniman muda," ujarnya.

Baca juga: Peringati HUT Ke-76 TNI AL, Lanal Banjarmasin Gelar Bakti Sosial kepada Masyarakat Maritim

Baca juga: Rangkaian Vaksinasi Merdeka, Polda Kalsel Siapkan 11.400 Dosis Vaksin Covid-19 

Menurutnya, program sekarang berintergrasi dan bersinergi dengan Program Indosiana, Jalur Rempah dan Desa Kemajuan Kebudayaan.

"Harapan dari kegiatan BBM ini adalah meningkatkan kompetensi para pelaku seni budaya dalam hal daya cipta dan kreatif dari maestro yang mengajarnya," tandas dia. 

Terpisah, Arie Batubara selaku Panel Ahli Kegiatan BBM didampingi Dewa Ayu Oka Sulasmi, koordinator kegiatan BBM dari Kemendibud RI, mengatakan, program BBM dilaksanakan di beberapa daerah, yakni Ternate meliputi Maluku, Papua, Makassar, Banjarmasin, Banten dan Sumatera.

"Di Banjarmasin, kami mengangkat Madihin. Sebelumnya, kami menawarkan Balamut. Kemudian, kami mendapat info , maestro Balamut, Pak Jamhar Akbar, meninggal dunia," ucapnya.

Pelaksanaan BBM beberapa kali tertunda karena penerapan PPKM Level 4. Tapi pada akhirnya, bisa terlaksana.

Baca juga: Madihin Warnai Penutupan Pesantren Ramadan di Lapas Telukdalam Banjarmasin

Baca juga: Mahasiswa PKM-PM ULM Kemas Pesan Kesehatan Lewat Musik Panting dan Madihin

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved