Berita Banjarmasin

Indikator PPKM di Banjarmasin Turun ke Level 3, Kepsek di Banjarmasin Berharap PTM Segera Digelar

Indikator PPKM di Banjarmasin kini telah turun ke level 3, Kepsek di Banjarmasin harapkan PRM segera digelar

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Suasana belajar tatap muka di SMP Negeri 7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM level 4 di Banjarmasin.

Hasilnya yakni kasus harian covid-19 berada di level 2, kasus mingguan di level 3, sementara Bed Occupancy Rate (BOR) berada di level 2.

Yang artinya Kota Banjarmasin saat ini memenuhi indikator untuk melaksanakan PPKM level 3.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah Kepala Sekolah di Banjarmasin berharap agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa segera dilaksanakan.

Baca juga: Tidak Ada siswa Terpapar Covid-19, Disdik Banjar Lanjutkan PTM di 869 Sekolah

Baca juga: PTM Terbatas di Batola, Disdik Tidak Temukan Laporan Penularan Covid-19 di Sekolah

Baca juga: Sekolah Minta Segera PTM, ini Tanggapan Komisi IV DPRD Kalsel

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin, Deasy Nathalia. Ia berharap agar PTM bisa segera di laksanakan.

"Sementara kami masih menunggu keputusan, semoga bisa dilakukan terbatas seperti dulu," katanya. Senin (6/9/2021).

Menurut Deasy,  PTM penting dilakukan karena saat ini dunia pendidikan sudah hampir masuki dalam lost learning.

"Kalau kami menilai, pelajaran daring lebih baik anak-anak di sekolah. Karena saat belajar daring anak-anak tetap berada di luar tanpa pengawasan," ungkapnya.

Sementara itu, harapan yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 9 Banjarmasin, Pahri.

Baca juga: Izinkan PTM di PPKM Level 3, Satgas Covid-19 Kalsel Sampaikan Ketentuan Ini

Menurutnya PTM penting dilaksanakan, sebab cara belajar tersebut dinilai lebih efektif dari pada belajar secara daring.

"Anak-anak bisa langsung berinteraksi dengan guru, sehingga membuat materi pembelajaran mudah dimengerti," ucap Pahri. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved