Breaking News:

Berita Kalteng

Segel Ribuan Kayu Log, Gubernur Kalteng Minta Pemerintah Pusat Tidak Seenaknya Berikan Izin HTI

Pemprov Kalsel menyegel ribuan kayu log illegal milik PT Hutan Produk Lestari di pelabuhan terminal khusus, Pahandut Seberang, Palangkaraya

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
Pemprov Kalteng untuk BPost
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, saat memeriksa ribuan kayu log yang disegel karena diduga ilegal yang masih beroperasi di Bumi Tambun Bungai, Senin (6/9/2021). (ist, Pemprov Kalteng) 

BANJARMASINPOST.CO.ID , PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyegel ribuan kayu log illegal milik PT Hutan Produk Lestari, di pelabuhan terminal khusus, Pahandut Seberang, Palangkaraya.

Ribuan kayu log itu saat diangkut ternyata tidak memenuhi semua persyaratan dokumen yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran,  menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dokumen dan memastikan, bagian mana saja dari ribuan kayu log milik perusahaan tersebut yang sudah berizin dan diduga masih belum ada persyaratan yang belum dipenuhi.

"Untuk sementara ribuan kayu tersebut baik diatas tongkang dan di bantaran sungai belum diizinkan untuk loading," ujar orang nomor satu di Kalteng ini, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Pembalakan di Kalteng, Polairud Polda Amankan 400 Log di Sungai Mentaya Kabupaten Kotim

Baca juga: KPH Tanahlaut Gencarkan Patroli Hutan di wilayah Tanahlaut, Temukan 25 Kayu Log dan Mesin Chainsaw

Baca juga: Tim Gabungan Lanal Kotabaru Sita Ratusan Kayu Log Tak Bertuan di Satui

Sugianto menjelaskan, dari perizinan Hutan Tanaman Industri (HTI) dari surat keputusan (SK) itu memang sah. Namun,beberapa dokumen yang di periksa tidak sesuai barcodenya.

Tim masih menelusuri dan menghitung  total kayu yang diangkut keluar Kalteng.

"Intinya kami mengecek pajaknya untuk negara dan daerah. Jangan sampai banyaknya SDA keluar, tapi hasil untuk daerah tidak ada, ini yang kami tingkatkan lagi pengawasanya,” ujar Gubernur Sugianto, saat melakukan pengecekan  kayu illegal loging di sungai khayan, Senin (6/9/2021).

Sugianto berharap, pemerintah pusat khususnya Kementerian KLHK tidak seenaknya mengeluarkan izin HTI. Karena yang dirugikan dari HTI ini adalah masyarakat Kalteng.

Hutan di Kalteng habis, banjir terjadi dimana-mana dan para pengusaha tutup mata dan tidak peduli dengan warga sekitarnya. 

“Kami minta setiap mengeluarkan izin HTI pemerintah daerah itu dilibatkan. Jangan tiba-tiba investor banyak masuk. Namun daerah tidak mengetahuinya. Kami ingin dilibatkan, bukan karena ingin melakukan pemungutan liar. Tapi biar kami mengetahui dan bisa mengawasi HTI ini,” timpalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved