Selebrita

Teriakan Anak Panji Petualang Bikin Heboh Imbas Temuan Ular Di Sawah, Soal Bisa Beracun Dibahas

Anak Panji Petualang, Putri Amalia dan Aufa Putra Naja dihebohkan dengan temuan ular. Bukan King Kobra Garaga, beriku kehebohannya.

Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Nia Kurniawan
(Youtube Panji PetualangTV)
Anak Panji Petualang menemukan ular di sawah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Eka Prasetiya, kerabat youtuber Panji Petualang pergi ke sawah mencari jerami mengajak 2 anak pembawa acara kelahiran 27 Juli 1989 itu.

Mereka adalah Putri Amalia dan Aufa Putra Naja mencari jerami untuk kandang kelincinya.

Dua bocah yang masih belia tapi punya nyali cukup besar dengan satwa liar.

Ini sama seperti ayah dan ibunya, Panji Petualang dan istri juga memiliki ketertarikan dengan ular.

Baca juga: Pernikahan Sensen Mulai Disiapkan, Sosok Calon Istrinya Diungkap Raffi Ahmad dan Nagita

Baca juga: Ini Sikap Asli Surya Saputra Saat Libur Syuting Ikatan Cinta, Diungkap Cynthia Lamusu

Dilansir oleh Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Panji Petualang TV, Senin (6/9/2021) Aufar menemukan seekor ular gadung berwarna hijau di sawah.

Teriakan Aufar membuat Eka dan Putri yang lagi mencari jerami panik.

Seketika langsung berlarian menghampiri anak bungsu Panji Petualang.

Ular gadung merupakan jenis ular pucuk yang paling sering dijumpai.

Ular itu tersebar luas di Asia Selatan hingga Kepulauan Nusantara.

Eka menyarankan kepada Aufar agar tak menyentuh ular itu walaupun tergolong ular yang tak berbahaya.

Baca juga: Lihat Perubahan Syahrini Setelah Mantap Berhijab, Sikap Reino Barack Jadi Perhatian

Baca juga: Kabar Bahagia di Saat Nia Ramadhani Masih Rehabilitasi, Sepupu Ardi Bakrie Melahirkan Anak Pertama

"Nggak boleh dipegang mendingan kabur, " kata Eka ke Aufar.

"Aduh tapi kan pengen punya ular, " timpal si Aufar.

"Ehh nggak boleh! Untung ini ular hijau yang gak bahaya gak berbisa. Kalau yang berbisa itu ekornya merah. Ini nggak berbisa tapi tetep aja bahaya, " jelas Eka.

"Tapi aku pernah nemu ular lehernya merah kepalanya hijau. Itu ular apa?, " tanya Aufar.

"Ular picung, itu berbisa terus beracun, " beber Eka.

Baca juga: Disaksikan Krisdayanti, Atta Tak Tinggal Diam Lalu Tegur Aurel di Ruang Dokter Kandungan

Baca juga: Dulu Ditinggali Gading Marten, ini Kondisi Terkini Rumah Gisella Anastasia dan Gempi

"Jadi kalau nemu nggak boleh ditangkap, " cetus Putri.

Nasehat Eka untuk Aufar dan Putri agar melarikan diri bila menemukan ular di alam bebas.

"Kok papa boleh aku nggak?, " tanya Aufar.

"Beda lagi kan itu udah ahlinya, " ucap Eka.

"Kan aku anak papa Panji, " timpal Aufar lagi.

Baca juga: Makna Pose Amanda Manopo Bersama Foto Ibunda, Pemeran Andin Ikatan Cinta Ungkap Rindu

Baca juga: Kalah Jauh Dari Petisi Boikot Saipul Jamil, Ini Kondisi Petisi Blacklist Ayu Ting Ting Tampil di TV

"Kan papa Panji yang ahli bukan Aufar. Kalau udah ahli boleh, ini kan belum ahli, " tandas Eka.

Akan tetapi Aufar memaksa menangkap ular itu.

"Nggak boleh bahaya. Yuk pulang aja biarkan dia bebas, " pungkas Eka.

4 Jenis Ular Berbahaya dan Mematikan di Indonesia

Berikut ada empat ular paling berbisa yang ada di Indonesia :

Baca juga: Lord Adi si MasterChef Indonesia 8 Kepincut Paras Cantik Nelli Sovia, Ini Kisahnya

Baca juga: Momen Arya Saloka Elus Rambut Amanda Manopo Diposting, Sutradara Ikatan Cinta Jawab Kritikan

1. Welang

Ular ini menyebar hampir di seluruh negara di Asia, termasuk Indonesia. Habitatnya di daerah pegunungan dengan ketinggian 2.300m diatas permukaan laut.

Namun juga kini kerap dijumpai di wilayah hutan maupun rawa. Ia gemar bersembunyi dibawah tumpukan kayu dan batu.

Welang juga kerap memangsa sesama ular. Ular ini tak mau menggigit di siang hari namun agresif di malam hari. Saking berbahayanya ular ini menjadi nama salah satu kapal perang TNi AL, KRI Welang.

2. Weling

Ular Weling adalah ular yang hampir sama dengan Welang, hanya saja tubuhnya lebih kecil dengan belang warna putih.

Ular ini banyak ditemukan di daerah Cirebon-Indramayu. Panjangnya hanya 1 meter saja.

Ia menyukai lokasi hutan yang kering dan panas seperti hutan mangrove, semak belukar, perkebunan atau lahan pertanian.

Ia kerap juga ditemukan muncul di pemukiman warga. Racun weling dapat merusak saraf dan membawa kelumpuhan seketika. Meski gigitannya tidak menimbulkan sakit namun efeknya fatal berkisar 5-20 jam.

3. Kobra Jawa

Naja Sputatrix atau kobra jawa memiliki ukuran 1,3 hingga 1,85 meter saat dewasa. Habitat aslinya ada di sawah, padang rumput, sungai dan hutan tropis. Ular ini banyak ditemukan di pulau Jawa.

Racunnya yang bernama Postsynaptic neurotoxins ini memang tidak selalu mematikan tapi korban akan mengalami memar, sakit, bengkak, necrosis hingga pembusukan luka yang berakibat amputasi.

4. King Kobra

King Cobra atau Ophiopagus Hannah memiliki ukuran 2 – 5,5 meter saat dewasa.

Habitat asli hewan ini adalah dataran rendah, hutan tropis dan padang rumput hingga ketinggian 1800 meter diatas permukaan laut. Ular ini banyak ditemukan di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kematian. (tribunjateng/berbagai sumber)

Baca juga: Nasib Acara TV Ayu Ting Ting & Kiky Saputri Diprotes Fans, Saipul Jamil Akhirnya Gagal Tampil

Baca juga: Salahkan Fans Raffi Ahmad dan Nagita, Sensen Curhat Alami Kerugian Dampak Gagal Endorse

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved