Breaking News:

Bulan Safar 1443 H

Benarkah Bulan Safar Penuh Sial, Berikut Amalan dan Ibadah Sunnah di Bulan Safar 1443 H

Namun sebenarnya Rasululllah SAW menegaskan tak ada satu bulan pun yang tidak baik. Termasuk safar bukan bulan sial. Semua bulan baik.

Editor: M.Risman Noor
tribunwow.com/okipratiwi
Ilustrasi berdoa. 

“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).

“Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: subahanallah wa bihamdihi seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)

2. Sholat Sunnah Syuruq di Masjid bagi Laki-laki

Sholat Syuruq adalah sholat sunnah yang dilaksanakan di masjid, setelah sholat Subuh berjamaah lalu duduk-duduk untuk berdizikir.

Hingga matahari terbit kemudian berdiri untuk melakukan sholat syuruq 2 rakaat. Selain memiliki manfaat bagi laki-laki yang melaksanakan sholat Syuruq, sholat Syuruq bagi wanita juga memiliki manfaat yang banyak bagi yang mengamalkannya.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna.” (HR. At Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Al Albani).

Amalan Bulan Safar 1440 Hijriyah
Amalan Bulan Safar 1440 Hijriyah (tribunkaltim.com)

3. Mengerjakan Sholat Sunnah di Rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keutamaan shalat seorang laki-laki di rumahnya dengan shalat yang dilihat oleh orang banyak seperti halnya keutamaan shalat fardhu atas shalat sunnah.” (HR. Baihaqi).

4. Shalat Dhuha

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud).

Baca juga: DOA Setelah Sholat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib & Isya, Lengkap Dzikir, Bahasa Arab, Indonesia

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved