Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pencuri HP penumpang Feri Saka Kajang Batola Diamankan Polisi Gabungan

Perbuatan nekad Mahyudi (39) warga Desa Tamban Bangun RT 01, Kabupaten Batola mengantarkan pria itu ke bui.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Edi Nugroho
Satpolair Polresta Banjarmasin
Mahyudi (39) warga Desa Tamban Bangun RT 01, Kabupaten Batola nekad mencuri satu buah ponsel milik penumpang, Fakhri Ananda (25) di feri penyeberangan Saka Kajang, Tamban, kabupaten Batola, pada 11 Oktober 2020 silam. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perbuatan nekad Mahyudi (39) warga Desa Tamban Bangun RT 01, Kabupaten Batola mengantarkan pria itu ke bui.

Ia mencuri satu buah ponsel milik penumpang, Fakhri Ananda (25) di feri penyeberangan Saka Kajang, Tamban, kabupaten Batola, pada 11 Oktober 2020 silam.

Dikatakan Kasat Polair Polresta Banjarmasin, AKP Cristugus Lirens lewat Kanit Gakkum, Iptu Selamat Riyadi, Selasa (7/9/2021), Mahyudi tangkap anggota tim gabungan Timsus Polresta Banjarmasin, Resmob Polda Kalsel, Resmob Batola, Jatanras Polresta Banjarmasin, Buser Polsek Banjarmasin Tengah, Buser Polsek Banjarmasin Utara dan Buser Polsek Banjarmasin Barat.

"Benar tersangka sudah diamankan tim gabungan di rumahnya pada Sabtu 4 September 2021 sekitar pukul 23.30 Wita," terang Kanit Gakkum.

Baca juga: Video Pencuri Kotak Amal di Kotabaru Kalsel Diringkus Tim Macan Bamega

Baca juga: Pencurian di Kalsel : Aksinya Viral di Medsos, Pencuri Kotak Amal di Kotabaru Ini Diringkus Polisi

Baca juga: Pencurian di Banjarmasin, 12 Orang Pencuri Kabel Telkom Digulung

Baca juga: Pencurian di Kalteng, Polisi Tangkap Pencuri Sawit Milik Petani Mandiri Parenggean Kotim Kalteng

Iptu Selamat Riyadi yang juga memimpin penangkapan ini menjelaskan, pada hari terjadi pencurian ini, pelaku dan korban sama-sama berada di atas feri penyeberangan Berkat Usaha menuju dermaga Saka Kajang, Batola.

"Korban meletakkan ponselnya di samping tempat duduk, setelah sampai di tujuan korban langsung pulang kerumah namun lupa membawa ponselnya," lanjut Iptu Selamat Riyadi.

Sesampainya di rumah, korban baru teringat ponselnya tertinggal diatas kapal.

Ia bergegas kembali ke kapal untuk mencari hpnya namun tidak ditemukan dan menanyakan kepada juragan feri.

Korban lantas mencoba menghubungi nomor ponselnya itu dan diketahui masih aktif namun tidak diangkat.

Ketika dihubungi kedua kalinya, rupanya nomor ponsel milik korban sudah tidak aktif lagi.

Karena kejadian ini pula, korban kemudian melaporkan ke Sat Polairud Polresta Banjarmasin.

"Pelaku kini sudah kami amankan bersama barang bukti ponsel dan kotak serta nota pembeliannya," tutup Kanit Gakkum.

Pelaku pun terancam hukuman maksimal lima tahun kurungan seperti yang ada pada pasal 362 KUHP. (Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved