Breaking News:

Berita Banjarmasin

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, H Hadrani Thalib Tutup Usia, Kalsel Kehilangan Penyair Senior

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kalimantan Selatan kembali kehilangan penyair senior, H Hadrani Thalib yang  meninggal dunia di Batulicin

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
istimewa
Penyair Kalsel H Hadrani Thalib tutup usia, Rabu (8/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kalimantan Selatan kembali kehilangan penyair senior, H Hadrani Thalib yang  meninggal dunia di Batulicin.

Almarhum, rencananya akan dikebumikan di belakang masjid Jami Kotabaru, Rabu (8/9/2021).

Menurut rekan almarhum, YS Agus Suseno, dirinya berteman dengan almarhum sewaktu masih bagana di Banjarmasin, tepatnya di Kuin Cerucuk dan di Asrama Guru SDN Sungai Kidaung, disamping Universitas Lambung Mangkurat, sabaluman pindah ka Jakarta.

"Aku rakat bakawan lawan almarhum,  lawan nang anak Salehuddin Al Ayubbi, waktu itu deklamator cilik nasional di tahun 1980-1990-an wan bininya (guru SDN) jua," ujar Agus, di status facebook, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Pesona Seni Ramadan, Para Senior Penyair Banua Tampil Satu Panggung

Baca juga: Wakil Sekolahnya di Lomba Puisi Siswa Al Azhar se Indonesia,  Abbey Bawakan Puisi Dalam Doaku

Menurut penyair ternama Kalsel, almarhum M Haderani Thalib harat baca puisi (deklamator): urangnya panggaya, rakat bakawan lawan almarhum penyair Kotabaru, Eko Suryadi WS.

Salah satu sahabat almarhum, H Tomo mengungkapkan, meninggalkan H Hadrani karena sakit jantung.

"Beliau rencana mau ziarah ke orang tuanya di kotabaru, dan mampir di tempat adiknya di Batulicin (negatif covid). Anak dan istri masih di Jakarta," ujarnya.

Dulu, semasa di Kotabaru, almarhum aktif membaca puisi. Setelah pindah ke Banjarmasin aktif bersama seniman lainya khususnya sastra, menulis dan menghiasi Banjarmasin pos, bersama alm Eko Suryadi WS Micki Hidayat, Burhanudin Subli, Agus Suseno dan lain-lain.

Baca juga: Pacu Literasi Kawula Muda, Komunitas Seni di Tala Gelar Pelatihan Cipta dan dan Baca Puisi

Terpisah, salah satu seniman Kotabaru, Rudi Nugraha mengungkapkan dirinya tak mengenal betul kiprah almarhum, karena beda zaman.

"Saya hanya tahu saat anak sidin tampil sebagai penyair cilik saat itu dihadapan Presiden Soeharto. anak sidin Salahaddin al ayubbi, karena Soeharto suka, beliau sekeluarga di hadiahkan Naik Haji sekeluarga. Saya waktu itu masih SMA kelas 1," ucap Rudi. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved