Breaking News:

Tajuk

Mahalnya PPKM

Berdasar pengumuman resmi pemerintah, masih ada 23 kabupaten dan kota di Indonesia yang berada pada PPKM Level 4, tiga diantaranya di Kalsel

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik di Jawa-Bali maupun di luar wilayah tersebut kembali dilanjutkan pemerintah pusat. Namun, levelnya sudah mulai beragam, dan ada kecenderungan lebih dilonggarkan.

Di Pulau Jawa, karena angka penambahan kasus Covid-19 cenderung menurun, sebagian besar level PPKM sudah di angka 3 dan 2. Namun, di Pulau Bali, Sumatera dan Kalimantan, sejumlah kota masih di level 4.

Totalnya, berdasar pengumuman resmi pemerintah, masih ada 23 kabupaten dan kota di Indonesia yang berada pada PPKM Level 4, tiga diantaranya di Provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru ‘terpaksa’ harus kembali meneruskan PPKM Level 4 hingga 20 September 2021.

Selain berdampak positif bagi penanganan pandemi Covid-19, PPKM juga membawa dampak negatif cukup besar bagi perekonomian, termasuk juga pemerintahan. Bisa dibilang PPKM ini mahal nilainya. Bagi pelaku ekonomi, PPKM level 4 membuat gerak kurang leluasa. Meskipun pelaksanaannya tidak seketat yang dibayangkan, tapi tetap saja dampaknya terasa.

Salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak adalah perhotelan. Dua bulan terakhir, hotel-hotel di Kalsel hanya bisa menerima tamu menginap dengan tingkat hunian yang juga rendah. Sementara untuk event di hotel tidak boleh dilaksanakan. Padahal, hotel dan restoran salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) bagi kota/kabupaten.

Tapi, mau bagaimana lagi, dampak pandemi Covid-19 ini memang dirasakan hampir seluruh sektor, baik bisnis maupun pemerintahan. Banyak anggaran pemerintah yang tersedot untuk penanganan pandemi corona. Sebaliknya, pembatasan aktivitas maupun kegiatan luar ruang membuat sektor bisni berjalan lamban.

Patut digarisbawahi bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa tahu kapan pandemi ini berakhir. Manusia hanya bisa melakukan ikhtiar, tapi Allah SWT jua yang menentukan.

Ikhtiar itu termasuk pengorbanan yang dilakukan pemerintah dengan memotong atau memindahkan anggaran untuk penanganan covid hingga target PAD jadi tidak tercapai. Demikian pula pelaku usaha yang berusaha sekuat tenaga bertahan di tengah belitan kesusahan ini . (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved