Breaking News:

PPKM Kalsel

Pengaturan Tempat Wisata Pasca-PPKM di Tala Turun ke Level 3, Dispar Tegaskan Hal ini

Level 4 PPKM di Tanahlaut berakhir pada 6 September 2021 namun pembatasan terhadap aktivitas masyarakat belum banyak berubah.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Portal membentang di semua pintu masuk RTH Kijang Mas Permai Pelaihari (1) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berakhir pada 6 September 2021 kemarin.

Namun hingga saat ini pembatasan terhadap aktivitas masyarakat belum banyak berubah.

Begitu pula dengan objek wisata yang ada di Tala termasuk taman maupun ruang terbuka hijau (RTH), juga lengang.

Contohnya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai Pelaihari di Jalan Kolonel Soepirman, Pelaihari.
Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu (8/9/2021), taman di tengah kota itu juga masih tutup.

Baca juga: Tanahlaut Turun ke PPKM Level Tiga, Warga Berharap Tempat Wisata Segera Dibuka

Baca juga: Pasien Covid Sembuh di Tanahlaut Terus Mengalir hingga 107 Orang Sehari, Kasus Meninggal Bertambah

Portal besi masih melintang di semua pintu masuk.

Kalangan masyarakat di daerah ini pun mulai bertanya-tanya mengenai hal tersebut.

Banyak yang berharap pembatasan aktivitas diperlonggar seiring telah berakhirnya PPKM level 4.

Termasuk di objek wisata yang diharapkan kembali dibuka meski dibarengi penerapan prorkol kesehatan secara ketat.

Pasalnya objek wisata menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sebagian warga.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Diduga Bantu Suami Edarkan Sabu, IRT di Martapura Digiring ke Sel

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Tala HM Rafiki Effendi mengatakan pihaknya masih menunggu intruksi resmi (tertulis) dari bupati Tala terkait penerapan PPKM level 3.

"Intruksi bupati tentang itu masih digodok oleh tim yang dipimpin Asisten I. Kami pun juga sangat menunggu instruksi tersebut," ucap Rafiki.

Sebelum instruksi baru terkait PPKM level 3 terbit, lanjut Rafiki, maka sementara waktu saat ini tempat wisata masih tutup seperti sebelumnya.

Pihaknya sangat menyadari keberadaan objek wisata menjadi mata pencaharian warga sekitar dan selama wisata ditutup tentu berdampak langsung secara ekonomi.

"Kami dinas teknis yang menangani wisata juga sangat berharap objek wisata dapat dibuka kembali dengan penerapan prokses yang ketat. Mohon bersabar, kita tunggu instruksi bupati," tandas Rafiki.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved