Breaking News:

Banjir Kalteng

VIDEO Banjir Kalteng, BPBD Kalsel Kirim Personel dan Perahu Karet ke Kabupaten Katingan

banjir di Kalteng. BPBD Kalsel kirim 11 orang disertai dua perahu karet dan 2 mobil angkutan ke wilayah banjir di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - banjir di Kalteng. Sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah masih terendam, terutama di wilayah Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Bantuan pun terus mengalir, selain bahan pangan, juga logistik lainnya. Termasuk personel atau relawan yang dapat mempercepat proses penanganannya.

Seperti yang dilakukan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui BPBD, mengirim 11 orang disertai logistik yang diperlukan.

Disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kalsel, Abriansyah Alam Selasa (7/9/2021), tim itu menuju lokasi bencana banjir di Kabupaten Katingan. Mereka juga membawa 2 perahu karet dan 2 mobil angkutan.

Baca juga: Warga Batola Ramai-ramai Kumpulkan Donasi Korban Banjir di Katingan Kalteng

Baca juga: VIDEO Banjir Kalteng, Gubernur Sugianto Temui Korban dan Tegaskan Bansos Jangan Dikorupsi

"Ada dua orang koordinator yang berangkat, sisanya anggota. Mereka yang berangkat sudah memiliki keterampilan mumpuni dari evakuasi, dapur umum dan ahli memanjat," ujarnya.

Dipilih di Kabupaten Katingan karena atas permintaan dari BPBD Kalteng. Pihaknya berkoordinasi untuk memberikan bantuan dan dipilihkan Kabupaten Katingan sebagai lokasi untuk pengiriman relawan.

Itu semua, menurutnya, sebagai bentuk solidaritas Kalsel. Harapannya, banjir cepat surut bisa, penanggulangan pascabencana bisa teratasi dan aktivitas masyarakat kembali normal seperti sebelumnya.

Sementara itu, mengenai kondisi di Kalsel, dikatakannya, tidak ada laporan banjir. Namun begitu, tak dipungkiri bisa saja ada banjir namun dalam kategori yang masih bisa ditangani pemerintah kabupaten.

Baca juga: VIDEO Banjir Kalteng, Wakil Bupati Kotim Irawati Berikan Bantuan untuk Korban

"Jika mereka sudah tidak mampu, biasanya melapor ke kami di provinsi dan kami wajib turun ke lokasi. Tapi jika tidak ada lapor, berarti mereka bisa mengatasi sendiri," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved