Breaking News:

Pasar Budaya Racah Mampulang Balida

Wisata Kalsel : Punya Tampilan Baru, Pasar Budaya Racah Mampulang Balangan Dipromosikan

Wajah baru Pasar Budaya Racah Mampulang Balangan. Wali Kota rencanakan rehab.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
istimewa
Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang Balangan tawarkan keindahan alam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Antusiasme Kepala Desa Balida, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalsel untuk mengembangkan objek wisata di desa tak lagi diragukan.

Sejak akhir 2019 kemarin, ia telah berupaya membangun objek wisata memanfaatkan hutan dan sawah milik warga setempat.

Alhasil, dari semua rencana tersebut, kini terciptalah objek wisata Pasar Budaya Racah Mampulang yang kini ramai dikunjungi orang saat sore.

Syahridin, ialah kepala desa yang mencetuskan keberadaan objek wisata ini.

Baca juga: Wisata Kalsel : Pasar Budaya Racah Mampulang Desa Balida Balangan, Tawarkan Tempat Nyantai

Baca juga: BTalk, Semangat Kades Balida Kabupaten Balangan Bangun Wisata di Tengah Persawahan

Ia dibantu aparat desa dan warga untuk mengembangkan wisata di desa. Terlebih ada pula dukungan dari pihak perusahaan, terutama dukungan anggaran.

Tak dipungkiri oleh Syahridin, di masa pandemi Covid 19 saat ini, pengembangan wisata Pasar Budaya Racah Mampulang sempat terkendala. Apalagi objek wisata sempat ditutup dan membuat pengunjung tidak ada yang datang.

Namun di awal 2021 kemarin, timnya pun kembali mempromosikan Pasar Budaya Racah Mampulang dengan tampilan yang baru. 

Syahridin memanfaatkan sawah warga sebagai objek wisata, dimana ia membuat jembatan bambu untuk bisa mengitari area sawah.

Baca juga: Proyek Fisik dan Nonfisik Dana Desa Balida Balangan Diperiksa BPKP Kalsel

Selain itu ada pula beberapa warung dan spot foto sebagai penunjang objek wisata tersebut.

"Awal 2021, kami kembali memulai pengembangan objek wisata. Selain pasar budaya, kami juga memanfaatkan sawah untuk objek wisata," ucap Syahridin.

Biasanya, Pasar Budaya Racah Mampulang ramai saat sore hari. Pengunjung yang masuk dikenakan biaya Rp 5.000 perorang. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved