Kodok Pacman si Peliharaan Unik

Pencinta dan Pemelihara Pacman di Banjarbaru Berbagi Tips Cara Ternak Hewan Ampibi Eksotik

Dalam mengawinkan seekor kodok terutama kodok pacman harus memperhatikan usia. Sebaiknya umur harus cukup, kurang lebih sudah 2 tahun.

Tayang:
Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/kristin juli saputri
kodok hias yang diminati oleh masyarakat karena mempunyai warna yang indah dan unik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kodok pacman, kodok hias yang diminati oleh masyarakat karena mempunyai warna yang indah dan unik.

Akan tetapi dalam memelihara ini, tak semua telur kodok akan berhasil menetas.

Ada juga yang gagal karena beberapa penyebab.

Nah lantas seperti apa cara yang benar dalam ternak kodok pacman? Berikut ini tips dari Doddy Indra Tunggara, pencinta kodok pacman asal Banjarbaru.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat hendak mengawinkan kodok pacman antara lain:

Baca juga: Kodok Pacman, si Peliharaan Unik dari Hutan Tropis Amerika Selatan yang Harganya Fantastik

Baca juga: Perbedaan Katak dan Kodok, ini Tips Pelihara Pacman dari Pencinta Hewan di Banjarbaru

Baca juga: Bukan Sembarang Kodok, Harga Pacman dari Rp 450 Ribu hingga Puluhan Juta Rupiah

1.) Umur

Dalam mengawinkan seekor kodok terutama kodok pacman harus memperhatikan usia. Sebaiknya uumur harus cukup, kurang lebih saat sudah 2 tahun.

2.) Hibernasi

Hibernasi adalah periode tidur panjang untuk menghemat energi. Aktivitas ini membuat metabolisme tubuh turun secara drastis.

Terkadang hibernasi diperlukan supaya hewan mau kawin.

Baca juga: Sebelum Memelihara Kenali Dulu Jenis-jenis Kodok Pacman, Ukuran Dewasa Sampai Sepiring Kecil

Baca juga: Sensasi Pelihara Kodok Pacman, Bisa Menggigit tapi Tak Berbahaya

3.) Cuaca

Susahnya mengawinkan kodok pacman karena faktor cuaca yang berbeda antara di Indonesia dengan Amerika Selatan. Ini bersangkutan dengan hibernasi yang perlu dilakukan tadi agar kodok mau dikawinkan.

4.) Telur Tidak Bagus

Apabila menemukan telur yang tidak bagus itu adalah hal yang wajar dialami oleh peternak.

“Kalau pun jadi (hidup) biasanya juga banyak zonk telurnya tidak bagus makanya kenapa harganya lumayan lah, “ papar Doddy.

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputr

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved