Breaking News:

Karhutla Kalsel

Karhutla Kalsel, Dishut Sebut Terjadi Penurunan Luasan Lahan yang Terbakar

Karhutla Kalsel. Data Dishut, pada 2019 area yang terbakar 6 ribu hektare, pada 2020 sekitar 1.167 hektare, 2021 sampai Agustus seluas 537 hektare.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
Pusdalops PB-BPBD Tapin
Karhutla Kalsel. Kebakaran lahan non produktif atau semak belukar di wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (26/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARBARU - Karhutla Kalsel. Bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan cenderung makin menurun. 

Menurut Kasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Bambang Marwanto, Jumat (10/9/2021), secara keseluruhan daerah yang paling luas terjadi Karhutla di Kabupaten Banjar.

Tak hanya di kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin, beberapa lokasi di kawasan hutan produksi di Kabupaten Banjar juga terkena bencana ini.

Sementara itu, untuk total keseluruhan Karhutla Kalsel, baik di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan,  luasannya sekitar 537 hektare.

"Jumlah ini relatif menurun. Termasuk di kawasan Tahura Sultan Adam yang tahun ini kejadian kebakarannya sangat menurun dibanding tahun sebelumnya," ujar pejabat Dishut Kalsel tersebut.

Baca juga: Karhutla Kembali Mengintai, Api Jamah Lahan Bondong di Gunungraja Kabupaten Tanahlaut

Baca juga: Terdampak Karhutla, Indeks Tutupan Lahan di Kabupaten Tapin Rendah

Pada 2019, rincinya, luas area yang terbakar sekitar 6 ribu hektare. Kemudian pada 2020 sekitar 1.167 hektare.

Berbeda dengan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jelas Bambang, perhitungan luasan Karhutla berdasarkan data Dishut Kalsel adalah hutan dan lahan yang terbakar tak terkendalikan.

Sementara, kebakaran akibat petani yang membuka lahan untuk berkebun atau bertani dengan cara membakar lahan secaa terkendali, tidak tercatat dalam kejadian karhutla.

"Kalau KLHK mereka melihat kasus karhutla dari tutupan lahan dan kejadian terbakar. Kalau kita hanya kebakaran yang memang tak dikendalikan," urai Bambang.

Pasalnya, sambung dia, terdapat kearifan lokal membakar lahan untuk pertanian namun harus lapor ke kepala desa dan pembakaran lahan diawasi dan dikendalikan bersama-sama dengan warga, anggota Polri dan TNI.

Baca juga: Karhutla Kalsel, Tim Berhasil Atasi Kebakaran Lahan Dekat Kawasan Bandara di Banjarbaru

Baca juga: Karhutla Kalsel: Kebakaran Lahan Non Produktif Kembali Terjadi di Tiga Lokasi Kabupaten Tapin

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved