Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kebutuhan Elpiji 3 kg di Kalsel Meningkat Saat PPKM, Pertamina Jamin Pasokan Cukup 

Selama pemberlakukan PPKM ternyata konsumsi bahan bakar elpiji 3 kilogram meningkat

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Elpiji 3kg Bersubsidi di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kalimantan Selatan (Kalsel), kebutuhan gas elpiji 3kg bersubsidi di Banua cenderung mengalami peningkatan. 

Unit Manager Communications, Relations & CSR Pertamina MOR VI Kalimantan, Susanto Agustus Satria mengatakan, peningkatan sudah dirasakan pada Bulan Agustus Tahun 2021.

Dari rata-rata kebutuhan elpiji bersubsidi perbulan sebesar 8 ribu metrik ton, terjadi kenaikan sebesar kurang lebih 0,1 persen. 

"Dari rerata perbulan sejak Bulan Januari 2021, di Agustus sudah naik sekitar 0,1 persen. Mungkin karena PPKM, jadi masyarakat lebih banyak memasak di rumah," kata Satria dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Elpiji 3 Kg Kembali Langka di Banjarmasin, Harganya Meroket

Baca juga: Menghilang di Eceran, Harga Elpiji 3 Kg di Martapura Bikin Kaget, Dijual Rp 40 Ribu

Baca juga: Elpiji 3 Kg di Tahun Depan Pakai Kartu Sembako, Begini Cara dan Syarat Mendapatkan

Dimana dijelaskannya, sejak Bulan Januari hingga Agustus tahun ini, realisasi kebutuhan elpiji bersubsidi di Kalsel yang sudah dipenuhi Pertamina mencapai 64 ribu metrik ton. 

Meski demikian, Satria memastikan Pertamina telah melakukan penyesuaian penyaluran elpiji bersubsidi sesuai dengan peningkatan kebutuhan tersebut. 

Ia juga menegaskan, tidak ada kendala teknis dari aspek distribusi elpiji ke Kalsel baik pada jalur pengiriman laut, maupun distribusi darat di Kalsel. 

"Tidak seperti saat banjir kemarin yang harus pakai jalur sungai dan ada pengalihan supply point, saat ini berlangsung normal saja. Supply kami pastikan terpenuhi dan cukup," terangnya.

Kepada para pangkalan elpiji di Kalsel khususnya yang menjual elpiji melon untuk tidak mencoba-coba untuk menjual elpiji 3kg bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah jika tak ingin disanksi oleh Pertamina. 

Dimana sanksi yang mengancam yaitu mulai dari pengurangan jatah distribusi hingga pencabutan status sebagai pangkalan resmi gas elpiji Pertamina. 

Baca juga: Jual Elpiji 3 KG di Atas HET, Pemilik Pangkalan di Banjarmasin Ditetapkan Tersangka

Belum lagi kata dia ada pula sanksi hukum yang menanti jika kecurangan berupa permainan harga gas elpiji bersubsidi ditemukan oleh Kepolisian. 

"Bagi masyarakat yang berhak, sedapatnya membeli elpiji 3kg langsung di pangkalan resmi sehingga tidak ada disparitas harga," terang Satria. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved