Berita Balangan

Pemusnahan Barbuk di Kejari Balangan, 27,74 Gram Sabu Diblender dan 35 Unit HP Dihancur

Puluhan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh Kejari Balangan, dimusnahkan di Halaman Kantor Kejari Balangan

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kajari Balangan, La Kanna memimpin pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejari Balangan, Jumat (10/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Puluhan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh Kejari Balangan, dimusnahkan di Halaman Kantor Kejari Balangan, Jumat (10/9/2021).

Pemusnahan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kajari Balangan, La Kanna dan Kapolres Balangan, AKBP Zaenal Arifin bersama, Kepala PN Paringin, Lis Susilowati dan Plt Kadinkes Balangan, Ahmad Sauki bersama dengan perwakilan BNN Balangan. 

Sedikitnya ada 72 perkara terdiri dari 36 perkara tindakan narkotika dengan jumlah barang bukti sabu berat kotor 27,74 gram dan handphone sebanyak 35 unit. 

Kemudian  12 perkara tindak pidana UU darurat dan pencurian dengan barang bukti 12 bilah senjata tajam. Ditambah pula,  enam perkara tindak pidana UU Kesehatan dengan barang bukti obat daftar G berbagai jenis dengan jumlah sekitar 6.349 butir. 

Baca juga: Narkoba Kalsel : Ditangkap Bawa Sabu, Pria Banjarmasin Ini Kedapatan Simpan Paket Sabu di WC

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa Kambiyain Masuk Tahap Penyidikan, Kejari Balangan Kirim SPDP ke KPK

Empat perkara tindak pidana UU ITE dengan barang bukti empat unit Hp. Serta delapan perkara tindak pidana perjudian dan penipuan dengan barang bukti di antaranya berupa buku rekap togel, kartu ATM dan 11 unit hp.

Perihal pemusnahan barang bukti kali ini, Kajari Balangan, La Kanna menerangkan pentingnya kegiatan tersebut dilakukan.

Mengingat adanya kekhawatiran penyalahgunaan dan kewajiban bagi pihak kejaksaan untuk memusnahkan setiap barang bukti usai proses pengadilan. 

Selain itu jelas La Kanna, Kejari Balangan berperan sebagai JPU dan eksekutor pengadilan. Sehingga seyogyanya memusnahkan barang bukti yang harus dimusnahkan dan melelang barang bukti yang menjadi milik negara. 

"Saya selalu mempercepat proses pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum. Apabila sudah dimusnahkan, maka akan lega," ucap La Kanna. 

Baca juga: Kejari Balangan Limpahkan Perkara OTT dan Korupsi ke PN Tipikor Banjarmasin

Barang bukti yang dimusnahkan diketahui merupakan penanganan perkara tindak pidana umum sejak Oktober 2020 hingga Juli 2021. 

Semua barang bukti dimusnahkan sesuai caranya masing-masing. Ada yang diblender, sebagaimana pemusnahan obat-obatan narkotika, kemudian untuk sajam yang dipotong-potong dan sebagian barang bukti yang dibakar. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved