Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Penuhi Syarat Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun, Bank Kalsel Sebut 13 Kabupaten Kota Siap Tambah Modal

Penuhi Syarat Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun, Bank Kalsel memastikan mendapatkan tambahan suntikan dana penyertaan modal dari 13 Kabupaten Kota

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Pertemuan komisi 3 DPRD Kalsel dengan jajaran direksi Bank Kalsel, Jumat (10/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel senilai Rp 3 trilun yang harus dipenuhi pada tahun 2024 mendapatkan angin segar.

Semua kepala daerah di 13 kabupaten kota se Kalsel memastikan siap untuk menambahkan penyertaan modal.

Komisaris Utama Bank Kalsel, Arie Bastari menjelaskan pihaknya  sudah melakukan pertemuan dengan semua kepala daerah di 13 kabupaten/kota se Kalsel. 

Hasil pertemuan bersama semua kepala daerah, lanjut Arie mereka menyatakan siap untuk menambahkan penyertaan modalnya. 

Baca juga: Keuangan Daerah Terbatas, Bupati Balangan Pastikan Tetap Lakukan Penyertaan Modal ke Bank Kalsel

Baca juga: Anggota DPRD Kabupaten Tapin Bahas Penyertaan Modal Pemerintah di Bank Kalsel

Baca juga: DPRD Kotabaru Sahkan Dua Raperda, Diantaranya Terkait Penyertaan Modal Perusda Saijaan Mitra Lestari

"Jadi saya sudah turun menemui kepala daerah di 13 kabupaten/kota. Mereka sepakat dan siap menambah penyertaan modal," sebut bankir senior ini,  Jumat (10/9/2021).

Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) sendiri sebelumnya mempertajam kesiapan rencana pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel senilai Rp 3 trilun yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengundang OJK Regional IX Kalimantan, Bank Kalsel, Bakeuda, dan Biro Perekonomian Provinsi Kalsel.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo meminta Biro Prekonomian Provinsi setempat, untuk mulai menyusun draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penambahan Penyertaan Modal terkait.

Dengan kesiapan Perda, lanjut Imam, selain ada landasan hukumnya, sekaligus akan memudahkan dan memperkuat koordinasi serta pembahasan, mengingat penambahan penyertaan modal ini melibatkan 13 kabupaten/kota sebagai pemilik saham.

"Saya minta Biro Prekonomian untuk segera menyusun draf raperda Penambahan penyertaan modal untuk Bank Kalsel ini,"ujar Imam.

Komisi II membidangi ekonomi dan keuangan, sebut Imam lagi, akan sepenuhnya mendukung rencana untuk pemenuhan modal inti bank daerah yang kini baru memiliki modal Rp 1,8 triliun dan masih kurang sebesar Rp 1,2 triliun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved