Breaking News:

Berita HST

Sawah di HST Tertutup Lumpur Pasca Banjir Bandang, Komisi 2 DPRD Desak Pemkab Bantu Petani

Petani di HST tidak bisa lagi menanam padi karena pasca banjir bandang sawah mereka tertutup lumpur

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Kades Bakti untuk BPost
Lahan sawah tertutup lumpur yang terbawa banjir ada Januari 2021 lalu, di Desa Bakti, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, Jumat (10/9/2021). Ratusan hektar lahan terutup lumpr di Kecamatan Batubenawa pun tak bisa digarap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Komisi 2 DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) mendesak Pemkab HST agar segera membantu petani yang kini tak bisa bercocok tanam akibat sawah mereka tertutup lumpur sejak banjir bandang Januari 2021 lalu.

Anggota Komisi 2, Salpia Riduan mengatakan, data yang diperoleh komisi yang membidangi pertanian, keuangan dan BUMD ada sekitar 200 hektar yang saat ini tak bisa digarap.

“Lahan itu tersebar di Kecamatan Baubenawa dan tertutup lumpur sehingga tak bisa digarap petani,”kata Salpia kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (10/8/2021)  

Pihaknya pun mengkhawatirkan, ketahanan pangandi HST terancam jika masalah tersebut tak segera diatasi.

Baca juga: Petani di Benawa HST Berharap Pengerukan Lumpur yang Menutup Sawah Dilakukan Sebelum Musim Tanam

Baca juga: Analisa Kesuburan Sawah Tertutup Lumpur, Pemkab HST Konsultasi ke Fakultas Pertanian ULM

“Padahal, hasil konfirmasi kami ke Pemprov Kalsel, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Kalsel sudah menawarkan untuk memnjamkan alat beratdan operatornya untuk pengerukan. Tapi belum ada respon,”kata Salpia.

Salpia pun berharap, Kepala Dinas Pertanian Bersama Kabidnya yang baru menjabat cepat tanggap dengan memberikan respons yang cepat, mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Sekitar 100 Hektare Sawah di Kabupaten HST Tak Bisa Digarap Akibat Tertutup Lumpur

Apalagi, warga setempat yang sawahnya rusak tertutup lumpur tersebut selama ini menggantungkan sumber penghasilan ari hasil bercocok tanam padi da berkebun.

Sementara mengenai solusi atas permasalahan yag diadapi petani di Batubnawa tersebut, Kepala Dinas Pertanian HST Budi Satrya yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya dan pesan whatsup’ belum menjawab. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved