Breaking News:

Bank Kalsel

Bahas Kinerja Terkini, DPRD Provinsi Kalsel Gelar Raker Bersama Bank Kalsel

Manajemen Bank Kalsel yang disambut Komisi II DPRD memaparkan kinerja terkini dan langkah-langkah strategis sepanjang tahun 2021

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
Bank Kalsel
rapat kerja yang diadakan oleh DPRD Provinisi Kalsel yang mengundang dewan komisaris beserta jajaran direksi Bank Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DPRD Provinsi Kalsel selaku pembina Bank Kalsel serius dalam memberikan perhatian serta dukungan terhadap peningkatan kinerja.

Kenyataan itu terlihat dari acara rapat kerja yang diadakan oleh DPRD Provinisi Kalsel yang mengundang dewan komisaris beserta jajaran direksi Bank Kalsel ke “rumah banjar” untuk membahas upaya pengembangan Bank Kalsel ke depan, Kamis (9/9).

Membawa misi yang sama yakni pemenuhan ketentuan modal inti minimum (MIM), jajaran manajemen Bank Kalsel disambut oleh Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan dengan membawa laporan kinerja terkini.

Sebelumnya tepatnya pada Bulan Juli 2021,

Bank Kalsel terakhir diundang oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel untuk pemaparan kinerja dan penyampaian kondisi modal inti.

rapat kerja yang diadakan oleh DPRD Provinisi Kalsel yang mengundang dewan komisaris beserta jajaran direksi Bank Kalsel
rapat kerja yang diadakan oleh DPRD Provinisi Kalsel yang mengundang dewan komisaris
beserta jajaran direksi Bank Kalsel (Bank Kalsel)

Pada kunjungan ini, Bank Kalsel kembali memaparkan kinerja terkini dan langkah-langkah strategis sepanjang tahun 2021 ini.

Pertama, Optimalisasi Pendapatan sebagai upaya mempertahankan rentabilitas dengan menjaga dan meningkatkan performa aset aset bank yang potensial mendukung pendapatan bisnis.

“Alhamdulillah, kerja keras seluruh insan Bank Kalsel membuahkan hasil yang menggembirakan. Posisi aset per 31 Juli 2021 adalah sebesar Rp15,19 triliun, yakni tumbuh sebesar 5,55% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp14,80 triliun (yoy). Hal ini ditunjang dengan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), dimana per 31 Juli 2021 mampu mencatatkan angka sebesar Rp12,40 triliun atau tumbuh 0,58% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp12,33 triliun (yoy),” jelas Prasetya.

Strategi kedua, Optimalisasi Biaya dengan mengatur pengeluaran berdasarkan skala prioritasdalam mendukung kinerja bank di masa pandemi.

“Strategi ini berhasil memberikan dampak positif pada Bank Kalsel, dimana per 31 Juli 2021, Bank Kalsel mencatatkan BOPO sebesar 76,68%, tahun sebelumnya sebesar 80,28% (yoy). Imbas positifnya, Bank Kalsel berhasil mencatatkan laba sebesar Rp216 miliar atau tumbuh sebesar 19,03% dimana pada tahun sebelumnya sebesar Rp183 miliar (yoy),” tambah Prasetya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved