Breaking News:

Berita Banjarmasin

Datangi Sanggar, Peserta Didik Kalsel Belajar Seni Hingga November 2021 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdkbud) Provinsi Kalsel melalui Bidang Kebudayaan kembali menggelar kegiatan belajar seni bersama seniman bagi pese

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Istimewa
ilustrasi: Para penari Mahelat Lebo dari Sanggar Permata Ije Jela Batola. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdkbud) Provinsi Kalsel melalui Bidang Kebudayaan kembali menggelar kegiatan belajar seni bersama seniman bagi peserta didik di Kalsel.

Namun kali ini berbeda, jika sebelumnya seniman yang datang ke sekolah, kali ini peserta didik yang mendatangi sanggar seniman.

Terang Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, D Sunjaya Adhiarso Sabtu (11/9/2021) mengatakan kali ini kegiatannya diubah menjadi siswa yang belajar di sanggar seni.

Kegiatan yang sebelumnya jelas Sunjaya merupakan program dari Kemdikbudristek bernama Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) kini di 2021 dilanjutkan dengan nama Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS) yang merupakan program Disdikbud Kalsel bidang kebudayaan.

Baca juga: Peringati HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Sanggar Talent Banua Gelar Susur Sungai

Baca juga: VIDEO Tak Boleh Buka Selama PPKM, Pemilik Sanggar Senam di Banjarmasin Mulai Menjerit

Baca juga: Tak Boleh Buka Selama PPKM Level 4, Pemilik Sanggar Senam di Banjarmasin Mulai Menjerit

Baca juga: Ulangtahun Tanpa Perayaan, di Usia ke-14 Sanggar Ije Jela Batola Ingin Terus Berprestasi

"Jadi para peserta didik akan mengikuti kegiatan ini selama empat bulan dari Agustus hingga November dengan empat kali pertemuan setiap bulannya," ujarnya.

Sanggar yang bekerja sama dan mengajarkan para peserta didik yakni Ading Bastari Barikin Kabupaten HST dan sanggar Posko La-Bastari Kandangan Kabupaten HSS.

"Saat ini baru dua sanggar dan dua kabupaten kami harapkan nanti bisa di 13 kabupaten kota se Kalsel," katanya.

Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini mulai dari jenjang SD, SLTP hingga SLTA. Mereka diajarkan seni musik dan tari tradisional.

Meski menggelar pembelajaran di masa Pandemi jelas Sunjaya pembelajaran seni tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Pada ujung bulan pembelajaran nantinya para peserta didik yang mengikuti pembelajaran akan melaksanakan pementasan di akhir pembelajaran tersebut. Hal juga menjadi tahapan evaluasi akhir pembelajaran.

Selain mengajarkan kesenian kepada generasi muda, Smas harap Sunjaya juga dapat melahirkan seniman muda yang kompeten di Kalsel. Tak hanya itu, di masa Pandemi kini banyak seniman yang perekonomiannya menurun sehingga program ini dapat membantu pekerja seni dan menghidupkan kesenian di tengah Pandemi Covid 19.
(Banjarmasinpost.co.id/milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved