Berita Banjarmasin

Libatkan Mahasiswa Luar Negeri, FKIK UM Banjarmasin Gelar Lagi The 2nd BGSC

The 2st Borneo Global Summer Camp diadakan FKIK UMB diikuti universitas dalam dan luar negeri, ada lomba poster, esai, video internasional, seminar.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
FKIK UMB
Foto bersama peserta The 2nd BGSC 2021 dari sejumlah pergururan tinggi dalam dan luar negeri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Setelah sukses menyelenggarakan The 1st Borneo Global Summer Camp (BGSC) 2019, S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ( FKIK UMB) kembali melaksanakan kegiatan serupa di 2021.

Dengan tema "Respecting Diversity Valuing Togetherness", kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid.

Bertujuan untuk menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa nasional dan internasional, berbagi budaya dan berbagi pengalaman sosial. 

Kegiatan The 2nd BGSC diikuti 47 peserta yang berasal dari institusi dalam dan luar negeri, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Sumatera, Universitas Muhammadiyah Riau.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Telkom Banjarbaru, Universitas Muhammadiyah Surakarta, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Palu, ITS Muhammadiyah Palembang.

Baca juga: Gas Tabung Mulai Langka di Banjarmasin, Hiswana Migas Kalsel : Mungkin Terkait Isu Kenaikan HET

Baca juga: CPNS Kalsel 2021, Jadwal Tes SKD di Tabalong akan Digelar Oktober, Simak Teknisnya

Selain itu, Politeknik Aisyiah Pontianak, Soultan Moulay Sliman University, Modern Science and Art University, UiTM Puncak Perdana Malaysia dan University Pendidikan Sultan Idris Malaysia. 

Kegiatan menyatukan beberapa negara seperti Indonesia, Uganda, Kamboja, Filipina, Malaysia, dan Mesir.

Walaupun kegiatan dilaksanakan secara hybrid, tetapi panitia telah mempersiapkan segala hal terkait pencegahan penularan Covid-19, seperti screening, pemeriksaan swab antigen dan kebiasaan 5M. 

"Walaupun kegiatan dilaksanakan secara hybrid tetapi tidak mengurangi antusiasme peserta dari dalam dan luar negeri," kata Panitia Pengarah 2nd BGSC 2021, Izma Daud. Sabtu (11/9/2021).

Selama empat hari pelaksanaan, peserta diberkan pengalaman secara indoor dan outdoor. Kehadiran kegiatan ilmiah berupa lomba poster, esai dan video internasional, serta seminar Internasional dengan tema "Regional Culture as Nationality Identity."

Baca juga: Puluhan Polisi di Polresta Banjarmasin Jalani Tes Psikologi Pemegang Senpi

Baca juga: VIDEO Angkutan Massal Gratis Akan Diterapkan di Provinsi Kalsel, Namanya Bus BTS

Seminar itu dilakukan oleh Ketua TP PKK Wali Kota Banjarmasin, Dr dr Hj Siti Wasilah, MSi, Med.

Kemudian juga tema "How Socio-Cultural Life Of Taiwanese People Help Them Combat The Covid-19 A Best Practice Sharing" oleh Prof Yinghuei Chen, Asia University.

Peserta BGSC diajak melihat secara langsung kearifan lokal yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan berkunjung ke Pulau Curiak.

Aktivitas menanam pohon Rambai dan membuat motif sasirangan di Central Workshop Rumah Kreatif dan Pintar secara langsung. 

"Kegiatan ini banyak memberikan kesan dan pengalaman bagi saya, bagaimana peduli terhadap Bekantan sebagai maskot Kota Banjarmasin, menghargai lingkungan dan melestarikan warisan budaya dari masyarakat Banjar. Semoga kegiatan ini akan terus ada setiap tahunnya," kata Nadia Tara Dilla, Peserta BGSC 2021.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Berita Terkait :#Berita Banjarmasin
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved