Breaking News:

Berita HST

Merasa Dicueki Pascabanjir HST, Warga Adat di Papagaran Ancam Eksploitasi Sendiri Hutan Meratus

Masyarakat adat Papagaran Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan HST mengancam akan melakukan eksploitasi sendiri hutan meratus

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu dari tiga jembatan darurat menuju Desa Paikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sugai Tengah (HST) yang kondisinya kini memprihatinkan karena rawan kecelakaan jika dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. 

 BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga  Kampung Papagaran Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) yang tergabung Persatuan Adat Dayak Meratus (PADM) mengancam akan melakukan eksploitasi sendiri hutan meratus.

Eksploitasi hutan meratus ini akan mereka lakukan sendiri, jika pemeritah tak memberikan perhatian terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam rangka pemulihan pascabanjir.

Ketua PADM HST Hadi Irawan mengatakan, pascabajir bandang 13 Januari 2021 di wilayah pegunungan Meratus membuat infrastruktur penting di desa mereka rusak.

Termasuk akses jalan ke Papagaran, anak desa Patikalain yang masih sulit dilewati karena tak tesentuh perbaikan.

Baca juga: Ba’aruh Babuat, Tradisi Memindah Padi dari Karung ke Lulung Masyarakat Adat Papagaran

Baca juga: Hampir Sekampung di Papagaran HST Mengaku Pernah Bergejala Covid, Ini Cara Mereka Sembuh

Baca juga: Reboisasi Hutan Meratus, Barabai Muda Tanam 1.000 Pohon di Patikalain dan Papagaran

“Ada tiga jembatan menuju desa kami,  saat ini sifatnya jembatan sementara yang dibangunkan relawan MDMC pascabanjir lalu. Sekarang kondisi ketiga jembatan darurat itu mulai hancur karena memang hanya jembatan sementara dengan tiang terbuat dari batang kelapa dan lantai jembatan dari papan kayu biasa,”kata Hadi Irawan kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (12/9/2021) 

Menurut Hadi, desa mereka kaya sumber daya alam berupa hutan dan tambang, sepert emas, batubara  dan bijih besi. Namun, hutan tersebut berfungsi sebagai hutan lindung.

Selama ini masyarakat adat menjaga potenisi tersebut demi keseimbangan alam dan mencegah kerusakan lingkungan.

“Jika tak ada perhatian, jangan salahkan kami memanfaatkan sumber alam tersebut, demi kesejahteraan masyarakat di kampung kami,”katanya.

Hadi juga menyebut, semua tuntutan terkait pemulihan fasilitas warga desa tersebut telah disampaikan melalui Wakil Bupati HST yang saat itu dijabat Berry Nahdia Furqon, yang difasilitasi relawan dari Bandung.

Baca juga: Warga Papagaran Kabupaten HST Panen Padi Buyung, Sebagian Ladang Tertutup Longsor

Aspirasi juga sudah disampaikan melalui anggota DPRD HST Yazid Fahmi yang menginap di Puncak Titian Musang pasca banjir lalu.

“Termasuk permohoan kami agar jalan menuju Kampung Papagaran yang saat ini sulit dilewati agar dibantu pemerintah memperbaiki, untuk memudahkan warga mengangkut hasil pertanian, sudah kami sampaikan pula ke pemerintah daerah,”ungkap Hadi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved