Breaking News:

Pemalsuan Bilyet Deposito

Oknum Pegawai Bank BUMN Tilep Rp 45 Miliar Dana Nasabah Prioritas, OJK Minta Bank Ganti Rugi

Oknum pegawai BNI cabang Makassar ditangkap diduga palsukan bilyet deposito Rp 45 miliar milik nasabah prioritas. OJK minta bank ganti rugi.

istimewa
Ilustrasi pemalsuan dokumen penting. Oknum Pegawai Bank BUMN Tilep Rp 45 Miliar Dana Nasabah Prioritas, OJK Minta Bank Ganti Rugi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus pemalsuan bilyet deposito Rp 45 miliar oleh oknum pegawai BNI cabang Makassar bikin geger. Korbannya adalah nasabah prioritas bank setempat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turun tangan. OJK meminta pihak bank BUMN itu menyiapkan ganti rugi untuk nasabah. Sementara itu, selain tersangka MBS, polisi kini juga telah menetapkan 2 tersangka lainnya.

Bareskrim Polri juga meminta nasabah untuk menolak membubuhkan tanda tangan slip kosong, meskipun telah lama menjadi nasabah prioritas.

Imbauan itu menyusul adanya kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito di Kantor BNI Cabang Makassar tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menyebutkan nasabah prioritas dinilai tidak menjamin tak akan mengalami kasus penipuan oleh oknum pegawai di bank.

Baca juga: Kasus Pemalsuan Bilyet Deposito Puluhan Miliar, Oknum Pegawai BNI Makassar Ditangkap Bareskrim Polri

Baca juga: PKM Fakultas Perikanan ULM Lakukan Perbaikan Manajemen Usaha Kolam As Syifa di Desa Cindai Alus

"Pesan untuk masyarakat agar tidak terulang kembali hal yang sama bahwa nasabah walau sebagai nasabah prioritas atau emeral sebaiknya jangan terlalu mudah untuk percaya," kata Helmy saat dikonfirmasi, Minggu (12/9/2021).

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Oknum Pegawai Bank BUMN Palsukan Bilyet Deposito Rp 45 Miliar, OJK Minta Bank Siapkan Ganti Rugi, Helmy meminta masyarakat lebih cermat untuk memeriksa setiap produk yang ditawarkan oleh perbankan.

Sebaliknya, ia meminta nasabah menolak menandatangani slip kosong oleh pegawai bank.

"Tetap harus cek terlebih dahulu produk dan dokumen apa saja yang disodorkan oleh pegawai bank untuk menghindari adanya penyalahgunaaan dana masyarakat yang ada di bank," ungkapnya.

"Jangan mau tanda tangan di slip yang kosong yang disodorkan oleh pegawai bank. Karena akan mudah untuk diisi dengan penyelewengan atau penyalahgunaan dari oknum," sambungnya.

Ilustrasi nasabah Bank BNI.
Ilustrasi nasabah Bank BNI. (bni.co.id)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved