Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kena OTT Kasus Gratifikasi Pengadaan Alkes RSUD Ulin, Begini Ancaman Hukumannnya

Dua tersangka kasus dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (Alkes) RSUD Ulin Banjarmasin yang ditangkap oleh Jajaran Subdit 3 Tipikor Ditreskri

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Mochamad Rifa’i bersama Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Amin Rovi serta jajaran menunjukkan barang bukti kasus dugaan gratifikasi 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dua tersangka kasus dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (Alkes) RSUD Ulin Banjarmasin yang ditangkap oleh Jajaran Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel hanya tertunduk saat dihadirkan dalam rilis pers di Mapolda Kalsel, Selasa (14/9/2021).

Dalam rilis pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i ini, dibeberkan bahwa tersangka berinisial SBH oknum PNS RSUD Ulin tertangkap tangan menerima gratifikasi dari tersangka berinisial SH.

Dimana SH merupakan oknum karyawan perusahaan pengadaan Alkes, PT Capricorn.

Keduanya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di salah satu rumah makan di Jalan A Yani Kilometer 5, Kota Banjarmasin, Sabtu (21/8/2021).

Baca juga: Kasus Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Ulin, Polda Kalsel : Dua Tersangka Ditangkap OTT

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel, Mantan Dirut PD Baramarta Divonis 6 Tahun Penjara

Baca juga: Korupsi Kalsel : Kejati Belum Tahan Tersangka PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Ini Alasan Aspidsus

Baca juga: Kasus Korupsi di Kalsel, Mantan Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu Ditahan Kejagung

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Amin Rovi memaparkan lebih spesifik, ancaman hukuman yang menanti keduanya jika terbukti di Pengadilan telah melakukan tindak pidana korupsi gratifikasi dalam proyek pengadaan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Ulin Banjarmasin.

"Untuk saudara SBH ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara, maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 200 juta, maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan SH minimal 1 tahun penjara, paling lama 5 tahun penjara dan denda minimal Rp 50 juta, maksimal Rp 250 juta," kata AKBP Amin.

Gratifikasi dengan barang bukti senilai Rp 11,5 juta lebih yang diserahkan tersangka SH kepada SBH tersebut diduga merupakan hadiah terhadap SBH karena telah membantu dalam proses lelang pengadaan Alkes RSUD Ulin Banjarmasin Tahun Anggaran 2021. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved